Kapus Batumarmar Pamekasan Nurhayatun berbareng staf Puskesmas Batumarmar saat menghadiri podcast kesehatan di instansi Klik Madura, Senin (26/10/2026) (TANGKAPAN LAYAR).
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Puskesmas Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit influenza jenis A.
Meski sejumlah kasus nan ditemukan di wilayah tersebut tetap berstatus suspek, masyarakat diminta memperkuat pencegahan melalui vaksinasi influenza tahunan, penerapan etika batuk, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kepala Puskesmas Batumarmar, Nurhayatun, mengatakan, vaksinasi influenza dan penerapan pola hidup sehat menjadi langkah krusial untuk mengurangi akibat penularan sekaligus menekan tingkat keparahan penyakit. Hal itu disampaikannya saat menghadiri podcast kesehatan di instansi Klik Madura, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik, tetapi kudu memahami indikasi dan langkah penularan influenza jenis A. Puskesmas Batumarmar juga terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui sejumlah program inovatif dan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma untuk mendeteksi beragam masalah kesehatan sejak dini.
“Kami juga selalu mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan senantiasa berkonsultasi secara langsung dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Batumarmar. Alhamdulillah, masyarakat di sana sangat peduli dan turut membantu pelayanan kami,” ungkapnya.
Nurhayatun menjelaskan, virus influenza mempunyai beberapa tipe, ialah A, B, C, dan D. Influenza jenis A dan B merupakan jenis utama nan menyebabkan jangkitan musiman pada manusia, sedangkan influenza jenis A juga dapat menginfeksi hewan, termasuk unggas.
Adapun indikasi influenza jenis A umumnya diawali dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, batuk kering, dan sakit tenggorokan. Pada anak-anak, jangkitan juga dapat disertai indikasi mual, muntah, hingga diare.
“Tingkat keparahannya juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh, jumlah virus (viral load), serta keberadaan aspek risiko. Kelompok rentan nan berisiko mengalami kondisi lebih berat biasanya lansia, anak usia di bawah lima tahun, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta alias kronis,” jelas Nurhayatun.
Ia menerangkan, penularan influenza dapat terjadi melalui percikan saluran pernapasan (droplet) ketika penderita batuk alias bersin. Penularan juga berpotensi terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan nan terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, alias mulut tanpa mencuci tangan.
Apabila tidak ditangani dengan baik, terutama pada golongan rentan, influenza berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya pneumonia alias radang paru-paru. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan indikasi nan muncul dan segera mencari pertolongan medis andaikan kondisinya memburuk.
Meski demikian, Nurhayatun menyebut sebagian besar penderita influenza dapat pulih dengan perawatan nan tepat. Penanganan di rumah dapat dilakukan dengan rehat cukup, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan obat pereda demam alias nyeri sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke master alias akomodasi pelayanan kesehatan terdekat andaikan demam tidak kunjung turun, batuk semakin parah, alias mulai mengalami sesak napas. Langkah tersebut krusial untuk mencegah akibat komplikasi, khususnya bagi golongan rentan.
“Langkah pencegahannya melalui perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan etika batuk, ialah menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam alias tisu, bukan telapak tangan,” katanya.
“Vaksinasi influenza juga jangan sampai dilupakan dan masyarakat perlu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas lantaran jasa tersebut gratis,” tandasnya. (enk)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·