Haji Her Ingatkan Tengkulak Jangan Oplos Tembakau Madura dengan Tembakau Jawa

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | CEO PT. Bawang Mas Group, H. Khairul Umam namalain Haji Her, mengingatkan para petani dan tengkulak agar tidak mencampur alias mengoplos tembakau Madura dengan tembakau Jawa.

Serapan tembakau petani Madura saat ini diprediksi sudah mencapai sekitar 85 persen. Dengan demikian, tembakau nan belum terserap tinggal sekitar 15 persen, baik nan tetap berada di pohon maupun nan sudah dipetik.

“Sekarang sisanya sekitar 15 persen, termasuk nan tetap berada di pohonnya maupun nan sudah dipetik. Sudah tinggal sedikit. Saya memandang petani sekarang ini untung,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Haji Her menegaskan, kondisi itu menjadi perihal positif bagi petani. Namun, dia meminta agar sisa tembakau nan belum terserap tetap dijaga kualitas dan harganya.

Dia menyoroti adanya tengkulak nan mendatangkan tembakau dari Jawa untuk kemudian dicampur dengan tembakau Madura. Menurutnya, praktik itu berpotensi merugikan petani, terutama lantaran dapat memengaruhi nilai tembakau Madura.

“Nah, sisanya ini sekarang nan kudu dipikir, terutama kepada para tengkulak. sekarang itu ada sebagian tengkulak nan mendatangkan daun (tembakau) jawa, kemudian dicampur dengan tembakau Madura,” ungkapnya.

Bagi Haji Her itu perbuatan zalim. Sebab itu bisa menyebabkan sisa tembakau nan belum terserap bakal jadi korban.

“Ini bisa menyebabkan rusaknya harga. Saya mengintatkan jangan sampai dioplos dengan daun (tembakau) Jawa,” tegasnya.

Dia berharap, seluruh pihak ikut menjaga kualitas dan gambaran tembakau Madura agar kondisi serapan nan sudah cukup baik tidak terganggu oleh praktik pencampuran tembakau dari wilayah lain.

Sementara itu, berasas info terbaru Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, total tembakau nan telah terserap hingga saat ini mencapai 36.836 ton.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Pamekasan, Raihan Akbar, mengatakan, jumlah itu telah melampaui sasaran serapan nan ditetapkan.

Dari 60 penyimpanan nan telah mengantongi izin pembelian, sasaran serapan nan ditetapkan mencapai 24 ribu ton.

Raihan menyebut, aktivitas pembelian tembakau diperkirakan tetap berjalan hingga minggu kedua Oktober 2026. Disperindag Pamekasan memperkirakan total serapan tembakau musim ini dapat mencapai sekitar 40 ribu ton.

“Total sasaran dari dari gudang-gudang semuanya 24 ribu ton. Tapi, ada juga nan tetap melakukan pembelian meski sudah lebih dari target, lantaran mereka memandang kualitas peralatan (tembakau),” jelasnya. (nur/zul)

Selengkapnya