Buku KH Bahaudin Mudhary Jadi Titik Awal Perjalanan Ustaz Nababan Mengenal Islam

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Perjalanan Ustaz Nababan hingga akhirnya memilih untuk memeluk Islam rupanya mempunyai kaitan nan sangat erat dengan sosok ustadz asal Madura, KH  Bahaudin Mudhary. Nama ustad tersebut pertama kali dikenal Ustaz Nababan melalui sebuah kitab lama nan diberikan seorang pedagang asal Madura ketika dirinya tetap berada di Sumatera Utara.

Dalam sebuah video, Ustaz Nababan menceritakan pertemuannya dengan pedagang tersebut. Saat itu, sang pedagang mengetahui bahwa dirinya belum memeluk Islam dan kemudian mengajaknya berbincang mengenai agama. Dalam pertemuan tersebut, pedagang itu memberikan sebuah kitab nan kondisinya sudah cukup lama kepada Ustaz Nababan.

Buku tersebut apalagi sudah tidak mempunyai sampul dan warnanya telah menguning. Meski demikian, Ustaz Nababan tetap membawa kitab itu pulang dan membacanya. Dari situlah dia kemudian mengenal sosok KH Bahaudin Mudhary melalui kisah perbincangan keagamaan nan tertulis di dalamnya.

Setelah membaca kitab tersebut, Ustaz Nababan baru mengetahui bahwa isinya merupakan cerita tentang perdebatan kepercayaan antara seorang ustad dan pendeta. Dalam kisah itu, keduanya membikin kesepakatan bahwa andaikan sang ustad kalah dalam perdebatan, dia bakal masuk Kristen. Sebaliknya, jika pendeta tersebut kalah, dia bakal masuk Islam.

Ustaz Nababan kemudian mengetahui bahwa pendeta berjulukan Antonius dinyatakan kalah dalam perdebatan dan akhirnya memeluk Islam. Sosok ustad dalam perdebatan tersebut adalah KH Bahaudin Mudhary. Kisah itu membikin Ustaz Nababan semakin penasaran hingga muncul kemauan untuk berjumpa langsung dengan ustad asal Madura tersebut.

Namun, kemauan Ustaz Nababan untuk berjumpa langsung dengan KH Bahaudin Mudhary tidak pernah terwujud. Ia mendapat info bahwa ustad tersebut telah lama meninggal dunia. Pedagang asal Madura nan sebelumnya memberikan kitab itu kemudian menyarankan Ustaz Nababan untuk datang ke Jawa Timur dan berjumpa dengan orang-orang nan memahami komparasi agama.

Saran tersebut akhirnya membawa Ustaz Nababan ke Jember. Di sana, Dia diperkenalkan dengan sejumlah ustad nan memahami komparasi agama. Ustaz Nababan kemudian menjalani beragam perbincangan dan obrolan mengenai agama. Ia mengaku dalam proses tersebut kerap merasa kalah ketika berdiskusi.

Proses tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Ustaz Nababan dalam mengenal Islam. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk memeluk Islam tidak semata-mata berakhir pada persoalan menang alias kalah dalam dialog, melainkan lahir dari kesadaran pribadi setelah melalui proses nan panjang.

“Allah gerakkan hati saya, diberikan hidayah, saya pun minta masuk Islam atas kesadaran pribadi,” ujar Ustaz Nababan.

Ustaz Nababan kemudian mengucapkan syahadat di Jember. Setelah itu, seorang ustad nan membimbingnya meminta agar dia tidak langsung kembali ke Medan. Dia diminta untuk tetap berada di Jember terlebih dulu guna mempelajari kepercayaan sebelum kembali ke wilayah asalnya.

Bagi Ustaz Nababan, nama KH Bahaudin Mudhary bukan sekadar sosok nan dia temukan dalam sebuah kitab lama. Kisah perbincangan sang ustad dengan Antonius menjadi titik awal nan membangkitkan rasa penasarannya terhadap pembahasan komparasi agama. 

Rasa penasaran itu nan kemudian membawanya ke Jawa Timur hingga akhirnya dia belajar dan berbincang dengan sejumlah ustad di Jember dan memutuskan untuk memeluk kepercayaan islam.

Sosok KH Bahaudin Mudhary sendiri dikenal sebagai ustadz dan tokoh Madura. Namanya juga diabadikan sebagai nama Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura), nan sejarah pendiriannya berangkaian dengan cita-cita KH  Bahaudin Mudhary dan kemudian dikembangkan oleh putranya, Prof. Dr. Achsanul Qosasi. (ina/waw)

Selengkapnya