Empat dari Enam Lulusan Terbaik UNIRA Penerima KIP Kuliah

55 menit yang lalu 2

KABAR MADURA | Empat dari enam lulusan terbaik Universitas Madura (UNIRA) pada sesi pertama wisuda 2026 merupakan penerima danasiwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam wisuda nan tahun ini diikuti sebanyak 849 mahasiswa dari beragam program studi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNIRA, Dr. Rahmad, M.Pd., mengatakan prestasi mahasiswa penerima KIP Kuliah menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih keberhasilan akademik.

Menurutnya, capaian tersebut patut mendapat apresiasi lantaran mahasiswa penerima support pendidikan bisa bersaing dan menunjukkan prestasi selama menjalani perkuliahan.

“Hadirin nan kami hormati, patut kami apresiasi bahwa 4 lulusan terbaik dari 6 lulusan terbaik nan diumumkan pada saat ini adalah mahasiswa penerima danasiwa KIP Kuliah. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik nan tinggi,” kata Rahmad.

Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Sarjana ke-37 dan Pascasarjana UNIRA di Odaita Hotel, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (24/10/2026).

Rahmad menjelaskan, sebanyak 849 mahasiswa mengikuti wisuda tahun ini. Mereka berasal dari 13 program studi, dengan rincian 826 lulusan sarjana dan 23 lulusan magister.

Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi tiga sesi pada 24–25 Oktober 2026. Pada sesi pertama, sebanyak 281 mahasiswa dari Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik dikukuhkan sebagai lulusan.

Sementara itu, Rektor UNIRA, Dr. Drs. H. Gazali, M.M., menegaskan pentingnya mempersiapkan lulusan nan bisa menghadapi perkembangan era dan perubahan kebutuhan bumi kerja.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik. Lulusan juga kudu mempunyai keahlian berpikir kritis, kreatif, serta keahlian nan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa dalam situasi perubahan semacam ini, UNIRA kudu dapat menyiapkan lulusan nan dilengkapi dengan kompetensi dan keahlian nan inovatif, elastis dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Gazali mengatakan, penguatan kompetensi mahasiswa terus diupayakan melalui pembelajaran aktif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan penelitian, serta ekspansi kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UNIRA meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menghasilkan lulusan nan bisa memberikan kontribusi di beragam bidang.

Dalam kesempatan nan sama, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengingatkan para wisudawan agar tidak berakhir pada pencapaian gelar akademik.

Menurutnya, pengetahuan nan diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi merupakan amanah nan kudu diterapkan dan memberikan faedah bagi masyarakat.

“Ilmu-ilmu nan telah dimiliki, pengetahuan nan telah ditransfer pada para wisudawan-wisudawati adalah sebuah amanah nan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada saudara-saudara sekalian nan ke depannya kudu diaplikasikan di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

KH Kholilurrahman juga menyoroti persaingan bumi kerja nan semakin ketat. Dia menilai lulusan perguruan tinggi perlu membekali diri dengan kompetensi, kreativitas, keahlian beradaptasi, dan integritas agar bisa menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Di tengah perubahan bumi kerja nan semakin kompetitif, saat ini piagam saja tidak cukup untuk menjadi andalan,” tegasnya.

Wisuda UNIRA tahun ini mengusung tema “Menguatkan Integritas dengan Berkolaborasi dan Berinovasi sebagai Kampus Berdampak”.

Melalui momentum tersebut, UNIRA diharapkan terus menghasilkan lulusan nan tidak hanya mempunyai prestasi akademik, tetapi juga bisa mengembangkan potensi dan menerapkan ilmunya untuk memberikan faedah bagi masyarakat. (ina/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0