Dosen UNIBA Madura Hertin Khalifatun Nisa: Antara Pengalaman Praktis dan Pengabdian Akademik

12 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Hertin Khalifatun Nisa Arifah, M.M., pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas KH. Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, membuktikan bahwa peran akademisi tidak hanya berakhir di ruang kelas. Sejak berasosiasi pada 2019, dia aktif mengajar, meneliti, mengabdi kepada masyarakat, sekaligus mengelola sejumlah upaya di Madura.

Di kampus, dia mengampu mata kuliah strategis seperti Pengantar Manajemen, Manajemen Sumber Daya Manusia, Komunikasi Bisnis, Customer Relationship Management, Perilaku Konsumen, Simulasi Bisnis, dan Lingkungan Bisnis.

Produktivitasnya dalam penelitian terlihat dari beragam kajian nan dia lakukan, mulai dari penerapan Six Sigma pada produk perikanan, pengaruh style kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap keahlian karyawan, hingga produksi tembakau dalam perspektif ekonomi Islam.

Di sisi lain, dia juga meneliti pembiayaan murabahah, keahlian finansial wilayah otonomi khusus, strategi pengembangan legal tourism di Madura, serta perilaku shopping di e-commerce dan pengaruh perubahan organisasi terhadap keahlian karyawan.

Di bagian pengabdian, dia melatih ibu-ibu PKK mengelola finansial dan pembukuan sederhana, serta mensosialisasikan pemanfaatan tanaman obat family (toga) untuk menambah pendapatan rumah tangga di Desa Lenteng Timur.

Madura FM

Hertin juga aktif dalam beragam aktivitas kemahasiswaan dan kelembagaan, seperti pembina Duta Kampus UNIBA, pembina paduan suara, panitia wisuda, panitia PMB, hingga juri Pemilihan Lora Ning UNIBA Madura. Ia juga kerap menjadi pemateri dan presenter di sejumlah konvensi ilmiah nasional.

Sebelum menjadi dosen, wanita kelahiran Madura ini berilmu sebagai staf keuangan, staf logistik, dan tutor akademik. Ia meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Airlangga dan Magister Manajemen dari Universitas Trunojoyo Madura.

Di luar kampus, Hertin dikenal sebagai pemilik Catering Dapur Bunda Icha, Frozen Food, Pentol Mercon, dan Greztea Area Madura. Baginya, pengalaman berbisnis adalah laboratorium nyata nan memperkaya materi ajar di kelas.

“Saya selalu menghadirkan contoh nyata dari lapangan saat mengajar. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga memahami tantangan dan kesempatan upaya secara langsung. Saya mau menginspirasi mereka untuk tidak takut berwirausaha,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh usahanya dijalankan dengan prinsip kehalalan dan kualitas, sejalan dengan nilai-nilai ekonomi Islam nan dia ajarkan.

“Bisnis bukan sekadar mencari untung, tapi juga memberdayakan lingkungan dan menciptakan lapangan kerja. Saya mau mahasiswa memandang dosennya juga terjun di bumi nyata, sehingga pengetahuan nan diberikan tidak sekadar teori di papan tulis,” paparnya.

Hertin mengaku berterima kasih dapat menjalankan peran dobel sebagai pengajar dan pengusaha secara beriringan. Menurutnya, keduanya saling menguatkan dan memberi faedah luas bagi mahasiswa, masyarakat, serta bumi upaya di Madura. (km97/ong)

Selengkapnya