KABAR MADURA | Pelayanan pendistribusian air bersih ke Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, dikeluhkan warga. Bantuan air bersih dari pemerintah diklaim kerap datang terlambat, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat di tengah kondisi kekeringan.
Persoalan tersebut mendapat perhatian dari personil Komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi. Dia menilai penanganan kekeringan tidak cukup hanya dengan mengandalkan armada nan ada, mengingat cakupan wilayah Sumenep sangat luas dan sebagian masyarakat berada di area kepulauan.
Menurut Ramzi, kebutuhan armada pengedaran air bersih perlu menjadi perhatian pemerintah, khususnya untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tidak mengalami keterlambatan pelayanan.
“Armada ini kudu menjadi perhatian. Sumenep bukan hanya daratan, tetapi juga ada kepulauan nan aksesnya tentu berbeda. Jangan sampai masyarakat nan memerlukan air bersih kudu menunggu terlalu lama,” kata Ramzi.
Dia mendorong pemerintah menghitung kembali kebutuhan armada berasas luas wilayah terdampak, jumlah desa nan mengalami kekeringan serta tingkat kebutuhan masyarakat.
“Kalau memang armadanya terbatas, perlu ada penambahan alias pengaturan pengedaran nan lebih efektif. Kepulauan juga kudu mendapat perhatian nan sama,” tegasnya.
Ramzi menambahkan, pengedaran air bersih kudu dilakukan dengan skala prioritas nan jelas. Wilayah nan masuk kategori kekeringan kritis, menurutnya, kudu menjadi prioritas utama, termasuk wilayah kepulauan nan memerlukan waktu dan biaya lebih besar dalam proses pendistribusian.
Sebelumnya, keluhan disampaikan penduduk setempat, Badar. Menurutnya, pengedaran air bersih menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat nan kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan.
Badar menilai, lambatnya pengedaran membikin penduduk kudu menunggu lebih lama untuk mendapatkan pasokan air bersih.
“Kalau distribusinya lambat, masyarakat kesulitan. Air bersih ini kan kebutuhan utama,” ujar Badar.
Dia berambisi pemerintah meningkatkan kecepatan pelayanan, terutama bagi wilayah nan masyarakatnya sudah berjuntai pada support air bersih.
Sementara itu, Kepala BPBD Sumenep Kamiluddin mengatakan pihaknya setiap hari mengerahkan dua armada untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Setiap hari kita memang melakukan droping air bersih, utamanya kepada wilayah nan mengalami kering kritis,” kata Kamiluddin.
Menurutnya, sejumlah wilayah menjadi sasaran utama pendistribusian air bersih. Di antaranya Desa Montorna, Prancak, Kombasng, Poteran, Besoka di Kecamatan Rubaru, serta Batuputih Daya di Kecamatan Batuputih.
Sementara wilayah nan masuk kategori kering langka tetap mendapatkan support air bersih. Namun, gelombang distribusinya tidak setiap hari dan disesuaikan dengan permintaan masyarakat.
“Untuk nan kering langka tetap kita layani berasas permintaan,” jelasnya. (ara/waw)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·