Disdikbud Pamekasan Latih 50 Pendidik Terapkan Pembelajaran Berbasis STEM

1 jam yang lalu 1
Disdikbud(KM/SAFIRA NUR LAILY) PRAKTIK STEM: Sejumlah pendidik mengikuti praktik pembuatan perangkat berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam aktivitas bimtek nan digelar Disdikbud Pamekasan, 28-29 Oktober 2026.

KABAR MADURA | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan membekali 50 pendidik dari 13 kecamatan dengan keahlian pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Pelatihan nan berjalan selama dua hari, pada 28-29 Oktober 2026, tersebut bermaksud meningkatkan kompetensi pendidik dalam menerapkan pembelajaran inovatif di sekolah.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD, Ridwan, mengatakan, training tersebut dirancang agar para pendidik bisa merancang sekaligus menerapkan pembelajaran berbasis STEM sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi lingkungan sekitar.

Pada hari pertama, peserta menerima materi dari pembimbing ahli asal Provinsi Jawa Timur. Sementara pada hari kedua, aktivitas difokuskan pada praktik pembuatan perangkat berbasis STEM.

“Instrukturnya kami menghadirkan dari Provinsi Jawa Timur. Instruktur ini sudah profesional,” kata Amrullah, Kamis (29/10/2026).

Menurut dia, penerapan STEM dapat dikembangkan dengan memanfaatkan persoalan nan dijumpai dalam kehidupan sehari-hari maupun rumor lokal. Pendekatan itu juga menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi pendidik di tengah perkembangan pembelajaran digital.

Dalam praktiknya, peserta menghasilkan beragam karya nan berangkaian dengan pemecahan masalah di lingkungan sekitar. Di antaranya, perangkat penyaring air kotor menjadi air bersih hingga pembangkit listrik nan memanfaatkan tenaga air.

“Prakteknya bermacam-macam, ada nan penyaringan air kotor menjadi air bersih. Ada juga nan pembangkit listrik dari air,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari training tersebut, Disdikbud Pamekasan merencanakan pameran STEM pada 2027. Kegiatan itu diproyeksikan menjadi wadah bagi para pendidik untuk menampilkan hasil karya sekaligus praktik pembelajaran berbasis STEM nan telah dikembangkan.

Pihaknya berharap, pengetahuan dan keahlian nan diperoleh selama training dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga memberikan akibat positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran.

“Hari pertama kami konsentrasi di materi. Untuk hari kedua full praktek,” tutupnya. (nur/zul)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0