KABAR MADURA | Warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, digegerkan dengan penemuan mayit tanpa identitas di area perbukitan Dusun Secang, Selasa (27/10/2026) pagi.
Sebelum penemuan tersebut, penduduk rupanya telah mencium aroma tidak sedap dari sekitar letak selama beberapa hari. Namun, aroma itu semula dianggap berasal dari buntang hewan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan seorang petani nan sedang memeriksa lahan persawahan sekitar pukul 07.30–08.00 WIB.
Salah seorang penduduk setempat, Nur Muhammad Maulana, nan berkawan disapa Alan, mengatakan aroma menyengat sebenarnya telah tercium sejak beberapa hari sebelum penemuan mayat.
Menurutnya, penduduk tidak langsung mencari sumber aroma lantaran mengira terdapat buntang tikus alias hewan lain di sekitar area tersebut.
“Memang sudah kecium waktu itu, tapi kata penduduk mungkin buntang tikus alias nan lain nya. Jadi tidak dicari lantaran mengira hanya buntang hewan biasa,” tuturnya, Selasa (27/10/2026).
Alan menjelaskan, aroma tidak sedap itu sempat tercium pada Kamis sore ketika sejumlah penduduk mengikuti aktivitas pembacaan Yasin dan tahlil di sekitar makam nan berada di sebelah barat lahan.
Namun, saat itu tidak ada penduduk nan menduga bahwa aroma tersebut berasal dari jasad manusia.
Keberadaan mayit baru diketahui setelah seorang petani mendatangi area perbukitan untuk memeriksa lahan persawahan pada Selasa pagi.
Menurut Alan, kondisi jasad ketika ditemukan sudah mengalami pembusukan berat.
Dia memperkirakan mayit tersebut telah berada di letak selama lebih dari satu minggu. Meski demikian, perkiraan itu hanya berasas pengamatan penduduk dan belum dapat dipastikan secara medis.
“Kalau sekitar satu minggu kayaknya lebih. Tinggal tulang sama kulit,” ujarnya.
Penemuan tersebut kemudian mendapat perhatian abdi negara kepolisian, TNI, dan pemerintah desa nan mendatangi lokasi.
Alan mengatakan penduduk diminta tidak menyentuh jasad untuk menjaga kondisi tempat kejadian perkara (TKP) sembari menunggu penanganan petugas nan berwenang.
“Sudah ada polisi, tentara, dan abdi negara desa di sana. Tapi tetap belum diapa-apakan lantaran menunggu petugas,” katanya.
Hingga keterangan tersebut diperoleh, identitas jasad belum diketahui. Begitu pula penyebab dan waktu pasti kematiannya.
Belum ada keterangan resmi dari pihak berkuasa mengenai hasil pemeriksaan jasad maupun penyebab kematian.
Penanganan lebih lanjut oleh abdi negara diperlukan untuk memastikan identitas korban serta mengungkap penyebab kematiannya. (ina/waw)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·