KABAR MADURA | Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep terus memperkuat pengawasan dan pertimbangan pelayanan guna menjaga mutu jasa serta meningkatkan keselamatan pasien. Upaya tersebut dilakukan melalui supervisi berjenjang, audit kepatuhan terhadap standar prosedur operasional (SPO), hingga pertimbangan parameter mutu secara berkala.
Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo W. P., MM., MARS., FIHFAA. menyampaikan, pengawasan menjadi bagian krusial dalam memastikan seluruh proses pelayanan melangkah sesuai standar nan telah ditetapkan.
“Pengawasan dilakukan melalui supervisi berjenjang dan audit kepatuhan terhadap standar prosedur operasional, termasuk kebersihan tangan, identifikasi pasien, serta pengelolaan obat high alert alias obat nan memerlukan kewaspadaan tinggi,” paparnya, Selasa (27/10/2026).
Selain itu, manajemen juga melaksanakan audit rekam medis dan audit klinis alias medis nan melibatkan Komite Medik serta Komite Keperawatan. Hasil pengawasan tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk mengetahui kesesuaian penyelenggaraan pelayanan dengan standar nan berlaku.
Evaluasi mutu pelayanan dilakukan secara rutin setiap bulan dan triwulan melalui Indikator Nasional Mutu (INM), Indikator Mutu Prioritas Rumah Sakit (IMP-RS), serta Indikator Mutu Prioritas Unit (IMP Unit).
“Evaluasi mutu dilakukan secara berkala melalui parameter mutu nan telah ditetapkan. Kami juga melakukan kajian terhadap kejadian keselamatan pasien untuk mengetahui penyebab masalah dan menentukan langkah perbaikan nan diperlukan,” ungkapnya.
Dalam penanganan kejadian keselamatan pasien, kajian dilakukan melalui metode Root Cause Analysis (RCA) alias investigasi sederhana sesuai kebutuhan. Hasilnya menjadi dasar penyusunan rencana perbaikan, edukasi tenaga kesehatan, revisi standar prosedur operasional andaikan diperlukan, serta pemantauan ulang melalui siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA).
Menurutnya, perbaikan pelayanan tidak berakhir pada pertimbangan semata, tetapi kudu ditindaklanjuti agar setiap temuan dapat menjadi bahan pembelajaran dan peningkatan kualitas layanan.
“Setiap hasil pertimbangan kudu ditindaklanjuti dengan rencana perbaikan nan terukur. Pelaksanaannya kemudian dipantau kembali untuk memastikan langkah perbaikan melangkah sesuai tujuan,” paparnya.
Di sisi lain, RS BHC Sumenep juga menyediakan sistem penanganan pengaduan sebagai bagian dari pertimbangan pelayanan. Setiap pengaduan nan diterima melalui beragam kanal bakal dicatat dan dikelompokkan berasas tingkat dampaknya.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim secara objektif dengan melibatkan bagian Quality & Risk, unit terkait, dan/atau Komite Medik sesuai persoalan nan dilaporkan. Hasil pemeriksaan disampaikan kepada pelapor dalam pemisah waktu nan telah ditetapkan, disertai rencana perbaikan.
“Pengaduan menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk mengetahui aspek pelayanan nan perlu diperbaiki. Karena itu, setiap laporan dicatat, diperiksa secara objektif, dan ditindaklanjuti sesuai sistem nan berlaku,” terangnya.
Melalui pengawasan berjenjang, audit, pertimbangan parameter mutu, serta penanganan pengaduan, RS BHC Sumenep berupaya membangun budaya keselamatan pasien dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar pelayanan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan berkepanjangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit nan berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien. (ong)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·