Diduga Dipukul Kades, Perawat Puskesmas Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Seorang perawat Puskesmas Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Miftahul Khoir, melaporkan dugaan penganiayaan nan dialaminya ke Polres Bangkalan, Selasa (27/10/2026). Dia mengaku dipukul oleh seorang kepala desa (kades) berinisial S setelah keduanya terlibat perselisihan di lingkungan puskesmas.

Laporan tersebut disampaikan setelah Miftahul menjalani visum secara mandiri. Miftahul disebut mengalami pemukulan di bagian dada dan bahu kiri saat perselisihan berlangsung.

Kuasa norma Miftahul, Muhammad Zaini, mengatakan, pihaknya telah menyerahkan bukti visum kepada kepolisian. Selain itu, pihaknya turut menyerahkan rekaman kamera pengawas alias CCTV kejadian tersebut.

“Sebagai bukti awal, kami menyerah bukti visum secara berdikari di Puskesmas Kwanyar ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Zaini menambahkan, kliennya merasa trauma dan takut setelah kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi itu tidak terlepas dari status terlapor nan merupakan kades di Kecamatan Kwanyar.

“Korban tidak nyaman dan ada ketakutan mengingat terlapor merupakan oknum kades di Kwanyar. Makanya sampai saat ini teman-teman nakes nan lain juga mendampingi agar tidak takut,” jelasnya.

Selain dugaan pemukulan, Zaini juga mengungkapkan adanya ancaman terhadap korban saat kejadian berlangsung. Dia menyebut hingga laporan disampaikan kepada kepolisian, belum ada komunikasi lebih lanjut dengan pihak terlapor.

“Ketakutan itu juga karena ada ancaman saat kejadian, tapi jika komunikasi sampai saat ini belum ada,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Imtama, menuturkan, pihaknya bakal memeriksa terlebih dulu laporan tersebut.

“Kami cek dulu laporannya,” ucapnya singkat.

Perselisihan antara Miftahul dan Kades S disebut bermulai dari persoalan kesiapan obat di Puskesmas Kwanyar. Kades S datang untuk mendapatkan perawatan pada luka di bagian kakinya, Sabtu (24/10/2026). Dalam proses pelayanan, Kades S mendapatkan tindakan pembersihan luka dan obat antibiotik. Namun, persoalan muncul ketika Kades S meminta salep Bufacort nan disebut sedang tidak tersedia.

Miftahul menjelaskan, saat itu dirinya turut memeriksa kondisi luka pasien setelah penanganan awal dilakukan oleh rekannya. Dia menyebut, luka pada kaki pasien cukup besar, apalagi salah satu bagian luka mulai memburuk dan terlihat kotor.

“Lukanya besar, nan sebelah kanan mulai memburuk dan agak kotor. Saya menyarankan agar dibersihkan terlebih dahulu, termasuk bagian pinggir luka nan sudah kering,” ungkap Miftahul menceritakan proses perawatan tersebut, Selasa (27/10/2026).

Dalam proses pemberian obat, Miftahul mengaku sempat menuliskan resep secara manual lantaran info pasien belum tercatat dalam aplikasi pelayanan puskesmas. Resep itu kemudian diserahkan kepada petugas farmasi untuk ditindaklanjuti.

Obat nan tersedia selanjutnya diberikan kepada pasien, disertai penjelasan mengenai penggunaannya. Namun, Kades S disebut mempertanyakan salep nan tidak ikut diberikan.

Miftahul kemudian kembali menghubungi petugas farmasi untuk memastikan kesiapan salep nan diminta. Setelah dilakukan pengecekan, obat itu dinyatakan tidak tersedia.

“Saya sampaikan bahwa salepnya tidak ada. Beliau kemudian mengatakan tidak apa-apa dan pergi,” ujarnya.

Persoalan rupanya tidak berakhir setelah Kades S meninggalkan ruangan pelayanan. Miftahul mengaku mendapat info dari rekannya bahwa Kades S kembali ke puskesmas dalam keadaan marah. Dia kemudian menghampiri Kades S untuk mengetahui persoalan nan terjadi.

Namun, pertemuan itu justru berujung cekcok. Menurut Miftahul, Kades S menarik kerah bajunya sebelum melakukan pemukulan. Perselisihan verbal disebut bersambung hingga ke lorong Unit Gawat Darurat (UGD). Sejumlah rekan kerja berada di letak dan sempat melerai pertikaian tersebut.

“Obat nan diminta sedang tidak ada, berselang dari situ S keluar dan cekcok, lantaran mencari saya. Saya keluar menemui dan cekcok serta menarik kerah baju saya hingga terjadi pemukulan pada bagian dada dan bahu kiri saya,” jelasnya. (fik/zul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0