Developer Perumahan Bukit Damai Minta BSN Tak Berlindung di Balik Dalih Aturan

3 jam yang lalu 2

PAMEKASAN, koranmadura.com – Polemik antara PT Linggarjati Trijaya Indah dan Bank Syariah Nasional (BSN) terus berlanjut.

Direktur PT Linggarjati Trijaya Indah, Nanda Wirya Laksana, mendesak manajemen BSN melakukan pertimbangan terhadap Pimpinan KC BSN Surabaya, Munawar Solihin, nan dinilainya belum memberikan penjelasan secara tuntas mengenai proses appraisal proyek Perumahan Bukit Damai.

Wirya menilai sebagai badan upaya milik negara, BSN mempunyai tanggung jawab menjaga kepercayaan publik melalui prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keterbukaan informasi.

“Kami berambisi setiap pejabat nan menyampaikan info kepada publik dapat mempertanggungjawabkan setiap pernyataannya. Jangan berlindung di kembali argumen patokan tanpa memberikan penjelasan nan jelas,” kata Wirya kepada wartawan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada penjelasan lanjutan dari Munawar Solihin setelah sebelumnya menyampaikan penjelasan mengenai sistem appraisal proyek tersebut. Ia menyatakan penjelasan nan disampaikan tidak sesuai dengan arsip maupun proses nan pernah dijalani pihak pengembang.

Wirya juga menyinggung identitas BSN sebagai lembaga perbankan nan mengusung prinsip syariah. Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab semestinya tidak hanya tercermin dalam produk dan layanan, tetapi juga dalam komunikasi kepada publik serta penyelesaian persoalan dengan mitra usaha.

“Prinsip syariah identik dengan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu semestinya menjadi budaya kerja, bukan sekadar identitas lembaga. Ketika muncul persoalan, nan dibutuhkan adalah keterbukaan dan keberanian memberikan penjelasan kepada publik,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak bermaksud memperpanjang konflik, melainkan menginginkan penjelasan nan dapat dipertanggungjawabkan agar persoalan dapat diselesaikan secara baik.

“Kami tidak sedang mencari konflik. nan kami inginkan adalah penjelasan nan dapat dipertanggungjawabkan sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Wirya berambisi manajemen BSN segera melakukan pertimbangan internal agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan, khususnya nan mengusung konsep syariah, kudu dijaga melalui profesionalisme dan komunikasi nan transparan.

Sebelumnya, Pimpinan KC BSN Surabaya, Munawar Solihin, menyatakan bakal melakukan check and recheck atas keluhan developer mengenai komunikasi dan proses appraisal nan dinilai lamban.

Namun, hingga buletin ini diterbitkan belum ada penjelasan lanjutan nan disampaikan kepada publik.

Upaya konfirmasi kepada Munawar Solihin maupun Pimpinan KCP BSN Pamekasan, Krisno Pradiatmoko, juga belum memperoleh tanggapan. Bahkan beberapa kali didatangi koranmadura.com tak ada di kantor.

Redaksi tetap membuka ruang kewenangan jawab kepada pihak BSN andaikan mau memberikan penjelasan alias penjelasan atas beragam pernyataan nan disampaikan dalam pemberitaan ini. (SOE)

Selengkapnya