F-Anis
KM/IST
UMKM: Tampak Pemilik Usaha Dapur Bunda Anis saat memperlihatkan produk usahanya.
KABAR MADURA | Berawal dari kegemaran membikin makanan pendamping ASI (MPASI) untuk sang buah hati, Anis Rokhimah sukses mengembangkan upaya kuliner rumahan nan sekarang dikenal dengan nama Dapur Bunda Anis di Desa Socah, Kecamatan Socah, Bangkalan. Berkat konsistensi menjaga kualitas, penemuan produk, serta pemasaran digital, usahanya tumbuh menjadi salah satu upaya mikro mini dan menengah (UMKM) bakery dan cake nan melayani pesanan nyaris setiap hari.
Usaha Dapur Bunda Anis mulai dirintis pada awal 2016 dari rumah. Pada masa itu, dia hanya mengandalkan promosi melalui Facebook, WhatsApp, dan BBM dengan sistem pre-order (PO).
“Awalnya saya membikin MPASI untuk anak pertama. Dari situ saya mulai belajar membikin beragam macam kue untuk keluarga. Karena saya pendatang di Bangkalan dan susah mencari kue nan sesuai keinginan, akhirnya saya mencoba membikin sendiri menggunakan bahan-bahan nan saya ketahui kualitasnya baik,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Pada awal merintis usaha, Anis mengaku kudu membagi waktu antara mengurus family dan menjalankan bisnis. Saat itu dia tetap merawat dua anak tanpa support asisten rumah tangga sehingga kapabilitas produksinya tetap sangat terbatas. Bahkan, untuk mengantarkan pesanan kepada pelanggan, dia kerap meminta support kerabat maupun adiknya.
“Kalau dulu ada pengguna nan jauh, biasanya saya minta tolong adik alias kerabat untuk mengantarkan pesanan. Kadang sehari produksi, sehari libur lantaran semua saya kerjakan sendiri,” tuturnya.
Perkembangan usahanya mulai terasa setelah jasa kurir makanan datang di Bangkalan. Menurut Anis, kemudahan jasa pesan antar menjadi salah satu titik kembali nan membikin produknya semakin dikenal masyarakat.
“Setelah ada jasa pesan antar, pengiriman dibantu kurir dan mereka juga ikut mempromosikan produk saya melalui media sosial. Dari situ pengguna semakin banyak, ditambah promosi dari mulut ke mulut,” ungkapnya.
Meski usahanya terus berkembang, perjalanan nan dilalui tidak selalu mulus. Saat permintaan pasar menurun, Anis memilih terus berinovasi agar penjualan tetap stabil.
“Kalau lagi sepi, saya kudu menciptakan menu-menu baru mengikuti tren nan sedang diminati. Saya belajar, trial, lampau saya kenalkan ke pelanggan. Cara itu cukup efektif membikin pengguna kembali tertarik,” jelasnya.
Selain rutin menghadirkan produk baru, Anis juga memberi perhatian besar pada tampilan kue, kebersihan, hingga bungkusan agar semakin menarik di mata konsumen. Baginya, kualitas produk kudu diimbangi dengan penyajian nan baik agar bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Untuk memperkuat usahanya, dia juga melengkapi beragam legalitas, mulai dari nomor induk berupaya (NIB) hingga sertifikat halal.
“Legalitas itu krusial agar pengguna semakin percaya dengan produk nan kami jual,” tuturnya.
Seiring perkembangan teknologi, penjualan Dapur Bunda Anis sekarang didominasi secara daring. Sekitar 90 persen transaksi dilakukan melalui WhatsApp, Instagram, TikTok, dan beragam media sosial lainnya. Sementara itu, setiap Minggu pagi, Anis juga membuka stan di area Car Free Day (CFD) Alun-Alun Bangkalan sebagai media promosi sekaligus untuk menjalin kedekatan dengan pelanggan.
“Kalau di CFD pengguna bisa datang langsung, memilih produk, sekaligus berjumpa dengan saya. Itu membikin hubungan dengan pengguna semakin dekat,” terangnya.
Dapur Bunda Anis menawarkan beragam produk, mulai dari roti manis, donat, pizza, bakpao, jenis cake, hingga kue hias untuk ulang tahun, pernikahan, dan aktivitas lamaran.
Ke depan, Anis berencana memperluas usahanya dengan membangun tempat produksi nan lebih besar sekaligus membuka toko offline agar pengguna dapat membeli produknya secara langsung.
“Saat ini saya sedang membangun tempat produksi baru lantaran nan sekarang sudah terlalu sempit. Harapan saya bisa membuka cake shop alias bakery shop sehingga pengguna bisa datang langsung membeli produk kami,” imbuhnya.
Anis pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk, mempercantik kemasan, memperbaiki manajemen usaha, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi nan efektif.
Anis juga membagikan motivasi bagi generasi muda nan mau memulai usaha. Menurutnya, sebuah kegemaran dapat berkembang menjadi kesempatan upaya andaikan ditekuni dengan sungguh-sungguh dan disertai semangat untuk terus berinovasi.
“Kalau punya hobi, tekuni saja. Siapa tahu dari kegemaran itu bisa menjadi sumber penghasilan. Dan jika upaya sedang lesu, jangan berhenti. Teruslah berinovasi agar upaya tetap melangkah dan berkembang,” pungkasnya. (fik/zul)

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·