BANGKALAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, memperpanjang status darurat kekeringan hingga akhir November 2026. Sebelumnya, status tersebut dijadwalkan berhujung pada 30 September.
Perpanjangan dilakukan lantaran musim tandus diperkirakan tetap berjalan di sejumlah wilayah Madura. Kondisi tersebut berpotensi membikin krisis air bersih di Bangkalan semakin meluas.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, mengatakan keputusan tersebut merujuk pada pemberitahuan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Musim tandus di sejumlah wilayah, khususnya Pulau Madura, tetap bakal berjalan hingga November 2026,” kata Arif, Sabtu, 26 September 2026.
Seiring dengan perpanjangan status tersebut, BPBD Bangkalan juga menyiapkan penyaluran support air bersih lanjutan. Sebab, persediaan support sebelumnya sebanyak 300 ribu liter telah seluruhnya didistribusikan.
“Bantuan nan kami siapkan sudah disalurkan dan per hari ini habis. Kami kembali mengusulkan support ke Pemprov Jatim,” ujarnya.
Tak hanya kebutuhan air bersih nan meningkat, wilayah terdampak kekeringan juga bertambah. Sebelumnya, terdapat 34 desa nan terdampak. Kini jumlahnya meningkat menjadi 44 desa.
Puluhan desa tersebut tersebar di 10 kecamatan, ialah Blega, Arosbaya, Sepulu, Kokop, Tanah Merah, Konang, Galis, Geger, Kwanyar, dan Klampis. (MAHMUD/DIK)

3 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·