KABAR MADURA | Ban jejak nan sudah tidak terpakai dimanfaatkan Burasno menjadi kerajinan berupa tempat sampah. Usaha tersebut telah dijalankannya sejak 2014 setelah sebelumnya memproduksi bangku dari bahan ban bekas.
Warga Desa Tambung, Kecamatan Galis, Pamekasan itu mengatakan, buahpikiran membikin tempat sampah berasal dari pertimbangan pasar. Menurutnya, bangku memerlukan biaya lebih besar dan condong lebih lama terjual dibandingkan tempat sampah.
“Karena lebih laku. Kalau bangku banyak biaya dan agak lambat lakunya, jika ini lebih cepat,” ujar Burasno, Selasa (22/9/2026).
Ban jejak nan digunakan diperoleh dari sejumlah tempat, seperti tambal ban, garasi, maupun masyarakat nan datang menjual ban jejak kepadanya.
Dalam proses pembuatannya, ban terlebih dulu dipotong, kemudian direkatkan dan dipaku hingga menjadi tempat sampah. Dalam sehari, Burasno dapat menghasilkan sekitar 10 tempat sampah, meski jumlah tersebut tidak selalu tercapai.
Sementara itu, nilai tempat sampah nan dibuatnya sekarang mencapai Rp100 ribu. Sebelumnya, produk tersebut dijual dengan nilai sekitar Rp80 ribu hingga Rp90 ribu.
Kenaikan nilai tersebut salah satunya dipengaruhi semakin sulitnya memperoleh bahan baku. Burasno menyebut, ban jejak sekarang juga banyak dibutuhkan oleh pabrik sehingga terjadi persaingan dalam mendapatkan bahan.
“Sekarang bannya agak susah lantaran ada pesanan dari pabrik. Saingan sama pabrik,” katanya.
Produk tempat sampah tersebut telah digunakan oleh beragam kalangan, mulai dari sekolah, pesantren hingga pemerintah desa. Burasno menyebut pemerintah desa menjadi salah satu konsumen nan cukup banyak.
Ke depan, Burasno berencana mengembangkan usahanya dengan membikin beragam kerajinan lain dari ban bekas. Selain tempat sampah, dia berencana memproduksi ayunan dan pot.
“Sebisa-bisanya saya, mau kerajinan ayunan, pot, dan lainnya,” ujarnya.
Melalui pengembangan beragam produk tersebut, Burasno berambisi upaya kerajinan berbahan ban jejak dapat terus melangkah meski menghadapi keterbatasan bahan baku dan persaingan dengan pabrik. (Moh.Rifqi Hafiluddin Firdaus/waw)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·