
KABAR MADURA | Rencana masuknya investasi dari beragam negara ke Kabupaten Bangkalan dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal. Kehadiran penanammodal diharapkan tidak hanya membawa modal dan membuka lapangan kerja, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat Bangkalan untuk terlibat dalam beragam sektor strategis.
Anggota Komisi I DPR RI, Ra Imron Amin, menegaskan, dirinya tidak pernah menolak masuknya investasi ke Bangkalan. Sebaliknya, dia mendorong agar SDM lokal dipersiapkan sejak awal sehingga bisa mengambil peran dalam beragam proyek investasi nan masuk.
Kata dia, pembangunan SDM kudu melangkah lebih dulu sebelum industrialisasi berkembang. Dengan begitu, masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton ketika investasi mulai masuk ke daerah.
Politisi Partai Gerindra itu mencontohkan pengalamannya ketika pernah dituding menolak rencana pembangunan hotel oleh salah seorang pengusaha Madura. Padahal, menurutnya, nan menjadi perhatian adalah kesiapan tenaga kerja lokal agar dapat terlibat sesuai kebutuhan industri.
“Dulu ada salah satu pengusaha Madura nan mau membangun hotel di salah satu wilayah Bangkalan. Saya bilang, apalagi saya sempat dianggap menolak. Sebenarnya saya tidak menolak, hanya saya berambisi bahwasanya nan terlibat di dalam itu seperti pekerjanya orang lokal. Penata kasur itu kudu lulusan D3 perhotelan, jadi SDM nan ada dibangun dulu,” tuturnya, Kamis (20/8/2026).
Ra Imron menilai, seiring dengan industrialisasi nan bakal berkembang di Madura, pemerintah perlu menyiapkan talenta lokal dengan kompetensi nan relevan. Kesiapan itu krusial agar masyarakat Madura bisa mengisi beragam posisi nan dibutuhkan oleh industri.
Oleh karena itu, dia mendorong adanya sinergi antara pemerintah wilayah dan beragam pemangku kepentingan untuk membangun SDM nan unggul dan sesuai dengan kebutuhan investasi.
“Bagaimana dengan SDM kita. Maksud saya, mari kita siapkan itu berbareng agar semua industri alias pembangunan itu masuk ke kita, dan kita tidak hanya jadi penonton,” tambahnya.
Di sisi lain, Ra Imron menilai masuknya investasi merupakan kesempatan besar bagi Bangkalan. Namun, kesempatan itu kudu dipersiapkan dengan baik agar faedah ekonominya tidak berakhir pada pembangunan bentuk maupun masuknya modal.
Ra Imron menyebut, masyarakat lokal perlu dibekali pendidikan, keterampilan, dan kompetensi nan sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan bekal tersebut, tenaga kerja lokal diharapkan tidak hanya mengisi posisi paling bawah, tetapi juga mempunyai kesempatan menduduki posisi nan memerlukan skill dan kompetensi tinggi.
“Tokoh masyarakat, kita bisa berkecimpung di dalamnya, tidak hanya jadi penonton. Itu angan besar saya sebenarnya,” tukasnya. (fik/zul)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·