
KABAR MADURA | Pembangunan prasarana dasar di Kabupaten Bangkalan terus mendapat support melalui kerjasama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dukungan itu salah satunya diwujudkan melalui program Karya Bakti TNI nan menyasar pembangunan jembatan dan sejumlah prasarana lainnya.
Salah satu pembangunan nan sudah diresmikan adalah jembatan di area Junok, Bangkalan. Peresmian itu menjadi bagian dari rangkaian program Karya Bakti TNI nan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Selain jembatan, program itu mencakup penyediaan sarana air bersih, rehabilitasi sekolah dan rumah ibadah, pembangunan MCK, hingga perbaikan jalan nan menjadi akses krusial bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad), Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen, datang langsung dalam peresmian jembatan tersebut, Kamis (20/8/2026).
Menurut Rachmad, program Karya Bakti TNI merupakan corak kerjasama beragam unsur untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat nan belum seluruhnya dapat ditangani melalui pembangunan reguler.
“Program karya hormat ini ada di 13 wilayah, salah satunya di Madura. Kami mengkolaborasikan semua unsur nan ada di wilayah, baik pemerintah daerah, masyarakat maupun unsur-unsur lainnya,” ujarnya.
Dia menilai, kerjasama menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berjuntai pada satu pihak. Dengan pemerintah, TNI, dan masyarakat bergerak bersama, beragam kebutuhan dasar nan mendesak diharapkan dapat lebih sigap direalisasikan.
“Kami mau menunjukkan bahwa jika kita bersatu, banyak nan bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Kehadiran Aster Kasad di Bangkalan sekaligus untuk memandang secara langsung penyelenggaraan program tersebut. Dia juga memastikan pembangunan nan dikerjakan telah sesuai dengan standar dan spesifikasi nan ditentukan.
Rachmad menambakan, sejumlah pekerjaan tetap memerlukan proses penyelesaian. Namun, secara umum, pembangunan nan ditinjau telah sesuai dengan spesifikasi.
“Sejauh ini saya lihat tetap sesuai. Standar ini kan belum 100 persen. nan kita berdiri ini memang tinggal sekali lagi menunggu kering agar hasilnya lebih bagus. Sementara ini sudah sesuai spek,” jelasnya.
Dia menekankan, pembangunan prasarana tidak semata-mata berorientasi pada hasil fisik. Lebih dari itu, akomodasi nan dibangun kudu betul-betul memberikan faedah dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami bantu buat jembatan, kami buat air, kami buat rehab sekolah, rumah ibadah, terus kami buat MCK juga. Kami bikin jalan, tidak banyak, tapi itu jalan-jalan ekonomi nan banyak dipakai oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai putra wilayah Bangkalan, Rachmad juga menilai keterlibatan TNI dalam pembangunan wilayah perlu terus diperkuat melalui hubungan langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, semakin sering abdi negara turun ke tengah masyarakat, semakin banyak pula persoalan nan dapat diketahui secara langsung.
“Kita semakin banyak berkumpul, banyak bersosialisasi dengan masyarakat, kita pasti lebih banyak lagi mendengar apa-apa nan dikeluhkan oleh masyarakat,” terangnya.
Dia menegaskan, TNI bakal terus membantu sesuai dengan kewenangan dan keahlian nan dimiliki.
“Kami bantu apa nan bisa kami bantu, kami kerjakan apa nan bisa kami kerjakan, lantaran kami memang dari rakyat,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengapresiasi penyelenggaraan program Karya Bakti TNI tersebut. Dia menyebut, program itu sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam memenuhi kebutuhan pembangunan nan belum bisa terakomodasi melalui APBD.
“Pertama sangat mengapresiasi aktivitas tersebut lantaran sangat membantu bagi pembangunan di daerah, terutama kegiatan-kegiatan nan belum terakomodir oleh APBD,” ujarnya.
Menurut Bupati Lukman, kehadiran program Karya Bakti TNI menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah wilayah dalam mempercepat pembangunan prasarana nan bergesekan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Beruntungnya bisa diakomodir oleh program Karya Bakti TNI dan sangat berfaedah bagi masyarakat,” tukasnya. (fik/zul)

54 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·