PAMEKASAN, koranmadura.com – Sebanyak 43 penduduk Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tercatat positif HIV/AIDS berasas laporan dari seluruh puskesmas selama periode Januari hingga Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 orang telah menjalani terapi Antiretroviral (ARV), sedangkan 12 orang lainnya belum mengikuti pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin, mengatakan 12 penderita nan belum menjalani terapi ARV merupakan pasien nan memilih tidak mengikuti pengobatan lantaran terapi tersebut tidak berkarakter wajib.
Ia menjelaskan, penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penyalahgunaan narkoba dengan penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta hubungan sesama jenis.
Menurutnya, kebanyakan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pamekasan ditemukan pada laki-laki berumur 25 hingga 40 tahun.
“Pengobatan ARV tidak berkarakter wajib, sehingga ada pasien nan memilih tidak menjalani terapi,” ungkap Saifudin, Kamis, 23 Juli 2026.
Untuk menekan penyebaran HIV/AIDS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan skrining kesehatan secara rutin serta memperkuat program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat.
“Pencegahan terus kami lakukan melalui skrining dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Saifudin. (SUDUR/DIK)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·