KABAR MADURA | Sebanyak 372 ayam bekisar dari beragam wilayah di Indonesia unjuk kualitas dalam Lomba Seni Suara Ayam Bekisar 2026 di Sumenep. Tidak sekadar adu kemerduan kokok, kejuaraan ini juga menjadi upaya menjaga kelestarian ayam bekisar nan menjadi kebanggaan daerah.
Ratusan ayam bekisar tersebut bersaing memperebutkan Piala Bupati Sumenep melalui lima kategori, ialah kelas utama, madya, pratama, gacoran, dan best performance.
Lomba nan digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berbareng Keluarga Penggemar Ayam Bekisar Indonesia (KEMARI) Cabang Sumenep itu diikuti peserta dari beragam daerah, mulai dari Tangerang, Cilegon, Bogor, Yogyakarta, Trenggalek, Madiun, Malang, Bondowoso, Surabaya, Bali, hingga empat kabupaten di Madura.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, lomba tersebut bukan sekadar arena kejuaraan bagi para penghobi, melainkan juga sarana memperkuat upaya pelestarian ayam bekisar sebagai satwa unik daerah.
“Pemerintah wilayah berbareng KEMARI Cabang Sumenep mengadakan lomba ini untuk menggairahkan masyarakat dalam melestarikan salah satu hewan unik Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Menurut Fauzi, ayam bekisar mempunyai nilai krusial bagi Sumenep lantaran berasal dari Pulau Kangean. Satwa hasil persilangan ayam rimba jantan dan ayam kampung betina itu juga dikenal mempunyai bunyi kokok unik serta penampilan bulu nan menarik.
Selain menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep, ayam bekisar telah ditetapkan sebagai hewan identitas Provinsi Jawa Timur. Karena itu, keberadaannya perlu dijaga melalui pengembangbiakan dan keterlibatan organisasi penghobi.
“Ayam bekisar adalah hewan unik Kabupaten Sumenep, tetapi ayam ini sudah menyebar di Pulau Madura, apalagi meluas ke beragam wilayah di Nusantara,” katanya.
Sementara itu, Ketua KEMARI Cabang Sumenep, Akhmad Zainur Rahman, menyebut antusiasme peserta dari beragam wilayah menunjukkan bahwa ayam bekisar tetap mempunyai daya tarik tersendiri di kalangan penghobi.
Sebanyak 372 ayam bekisar nan mengikuti lomba dinilai berasas kategori masing-masing untuk menunjukkan kelebihan bunyi maupun penampilannya.
“Melalui kejuaraan tersebut, kami berambisi kecintaan masyarakat terhadap ayam bekisar semakin tumbuh. Lebih dari sekadar perlombaan, aktivitas ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga warisan hayati Sumenep agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya. (ara/waw)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·