KABAR MADURA | Bagi sebagian orang, berdagang es kombinasi mungkin hanya menjadi pekerjaan sederhana untuk mendapatkan penghasilan harian. Namun bagi Suniyah, upaya tersebut telah menjadi sumber penghidupan family sekaligus jalan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.
Suniyah merupakan pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nan hingga sekarang tetap setia berdagang es kombinasi di Desa Sentol, Kecamatan Pragaan Sumenep. Usaha tersebut telah dijalankannya sejak 2009.
Selama lebih dari 17 tahun, Suniyah terus mempertahankan upaya es campurnya. Terik matahari, naik turunnya pembeli, hingga beragam tantangan dalam menjalankan upaya tidak membuatnya menyerah.
Bagi Suniyah, berdagang bukan sekadar mencari keuntungan. Dari upaya sederhana itu, dia dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dan membantu memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan.
“Alhamdulillah, dari jualan es kombinasi ini bisa menghidupi family dan membiayai pendidikan anak,” ujar Suniyah.
Menurutnya, mempertahankan upaya selama bertahun-tahun memerlukan ketekunan dan kesabaran. Ia memilih tetap menjalani pekerjaan tersebut lantaran sudah menjadi bagian dari kehidupan dan sumber pendapatan keluarga.
“Mulai jualan sejak 2009 sampai sekarang tetap tetap,” katanya.
Perjalanan panjang Suniyah menjadi gambaran bahwa UMKM tidak selalu lahir dari modal besar. Dengan upaya sederhana, ketekunan, dan kemauan untuk terus bekerja, sebuah upaya mini dapat memberikan faedah besar bagi kehidupan keluarga.
Usaha es kombinasi nan dijalankan Suniyah juga menunjukkan gimana sektor UMKM menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Di tengah kebutuhan hidup nan terus meningkat, penghasilan dari upaya mini bisa menjadi sumber pendapatan nan diandalkan keluarga.
“Meski anak-anak sudah berdikari semoga upaya ini tetap dapat terus melangkah dan berkembang,” pungkasnya. (ara/waw)
Visited 1 times, 1 visit(s) today

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·