portalmadura.com – Kondisi nilai bahan pokok dan peralatan krusial (sembako) di empat kabupaten se-Madura mencatatkan tren nan condong stabil pada Rabu, 12 Agustus 2026. Berdasarkan info pemantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKAPERBAPO) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur per pukul 12.30 WIB, penurunan nilai hanya terdeteksi pada komoditas ramuan dapur di Kabupaten Sumenep, sementara wilayah lain relatif memperkuat di nomor nan sama.
Di Pasar Anom Baru Kabupaten Sumenep, penurunan komoditas terjadi pada cabe merah besar nan turun dari Rp38.000 menjadi Rp36.000 per kilogram (turun 5,26 persen). Cabai rawit merah juga mengalami penurunan dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram (turun 5,00 persen). Komoditas bawang merah turut terkoreksi dari Rp32.000 menjadi Rp30.000 per kilogram (turun 6,25 persen).
Sementara itu, komoditas beras di seluruh wilayah Madura terpantau tanpa gejolak. Beras kualitas premium tertinggi dicatatkan di Pasar Anom Baru Sumenep seharga Rp15.400 per kilogram, disusul Pasar Srimangunan Sampang Rp14.900 per kilogram, serta Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan dan Pasar Kolpajung Pamekasan nan kompak memperkuat di nomor Rp14.800 per kilogram. Untuk beras medium, nilai berkisar antara Rp12.400 hingga Rp13.400 per kilogram.
Sektor komoditas daging sapi paha belakang berada pada nomor stabil. Harga tertinggi berada di Sumenep sebesar Rp130.000 per kilogram, disusul Bangkalan dan Sampang sebesar Rp125.000 per kilogram, serta Pamekasan seharga Rp120.000 per kilogram. Daging ayam ras paten dijual seharga Rp40.000 per kilogram di Pamekasan, Sampang, dan Sumenep, serta Rp35.000 per kilogram di Bangkalan.
Komoditas minyak goreng Minyakita tercatat dijual merata pada rentang Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter di seluruh pasar utama Madura. Untuk kebutuhan bahan bangunan, semen Gresik bungkusan 40 kg berada di kisaran Rp56.000 hingga Rp59.000 per sak. Pasokan gas LPG 3 kg juga terpantau stabil pada kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per tabung.
Secara umum, kesiapan pasokan komoditas pangan di wilayah Madura kondusif dan tercukupi. Pemerintah wilayah berbareng Disperindag terus memantau pergerakan nilai harian guna mengantisipasi potensi lonjakan akibat aspek cuaca maupun Rantai pasok logistik.

1 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·