KABAR MADURA | Para jemaah tampak memadati panggung utama Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning, Pamekasan, Madura, Sabtu malam (1/7/2026).
Dalam suasana khidmat penuh kekhusyukan, pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan pidato bernas nan menyoroti pentingnya keberpihakan anggaran pemerintah terhadap keberlangsungan dan kemajuan lembaga pendidikan Islam tradisional alias pondok pesantren.
Dalam ceramahnya, UAS secara tegas mengusulkan agar sebagian alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) layak dialihkan dan difokuskan untuk pembangunan prasarana serta pengembangan pondok pesantren.
Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan tembok moral dan pilar sejarah pembentukan Bangsa Indonesia.
“Alokasi anggaran wilayah maupun kebijakan seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat layak dialirkan untuk menyokong kemajuan pesantren. Ini bukan sekadar bantuan, melainkan corak keberpihakan negara atas jasa besar kyai dan santri,” tegas UAS di hadapan para tokoh kepercayaan dan jemaah nan hadir.
Memori Historis: Peran Sentral Pesantren dan Resolusi Jihad
Gagasan keberpihakan anggaran ini didasarkan UAS pada jejak sejarah panjang nan mengikat pesantren dengan kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia mengingatkan kembali peristiwa monumental Resolusi Jihad nan dicetuskan oleh Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.
Menurutnya, Resolusi Jihad mengobarkan fatwa bahwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman agresi militer Sekutu dan NICA adalah tanggungjawab kepercayaan bagi setiap muslim dalam radius 94 kilometer.
“Pekik takbir para santri dan dorongan Resolusi Jihad menjadi bahan bakar utama nan membakar semangat rakyat dalam Pertempuran Surabaya 10 November 1945, nan sekarang diperingati sebagai Hari Pahlawan,” ujarnya.
Menurut UAS, keterlibatan aktif para kyai dan santri membuktikan bahwa sebelum dan sesudah proklamasi, pesantren adalah garda terdepan penegak kedaulatan negara.
UAS menilai, keberadaan negara saat ini tidak lepas dari darah dan keringat para ustadz serta santri di masa lalu. Oleh lantaran itu, pengalokasian APBD maupun program nasional untuk pembangunan pesantren dipandang sebagai langkah historis nan setara dan berkesadaran sejarah.
Harapan untuk Kemajuan Santri Masa Depan
Melalui momentum Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning ini, UAS berambisi pemerintah wilayah maupun pusat semakin terbuka dalam memberikan perhatian konkret kepada lembaga-lembaga pesantren.
Dukungan akomodasi nan memadai, sarana belajar nan layak, serta gizi nan seimbang bagi para santri dinilai bakal melahirkan generasi penerus bangsa nan tidak hanya pandai secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral. (rul)

56 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·