Tradisi Torbangan Kembali Digelar di Desa Torbang, Enam Dusun Adu Kreativitas

59 menit yang lalu 2

Kades Torbang, Muzanni saat menyambut kehadiran Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo

Tradisi Torbangan Kembali Digelar di Desa Torbang, Enam Dusun Adu Kreativitas

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Tradisi Torbangan kembali digelar masyarakat Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Sabtu (12/9/2026). Tradisi tahunan tersebut tak sekadar menjadi corak rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi arena mempererat silaturahmi, gotong royong, dan kebersamaan antarwarga.

Torbangan merupakan tradisi masyarakat Desa Torbang sebagai ungkapan syukur atas beragam nikmat dan keberkahan nan telah diberikan selama setahun terakhir.

Dalam pelaksanaannya, penduduk juga memanjatkan angan agar kehidupan masyarakat ke depan senantiasa diberikan keselamatan, kemudahan, ketenteraman, dan keberkahan.

Tradisi tersebut dihadiri langsung Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo dan melibatkan seluruh enam dusun nan berada di Desa Torbang. Masing-masing dusun membawa hasil buah-buahan nan menjadi bagian dari rangkaian Torbangan.

Namun, penyelenggaraan tahun ini berjalan lebih semarak. Selain menjalankan tradisi nan telah diwariskan, enam dusun juga terlibat dalam perlombaan untuk menampilkan hasil buah-buahan dengan beragam corak dan kreasi.

Setiap tampilan dinilai berasas sejumlah aspek, di antaranya kekompakan, keindahan, serta produktivitas masing-masing dusun dalam menyusun dan menyajikan hasil buah-buahan.

Dari perlombaan tersebut, panitia menetapkan dua pemenang, ialah juara pertama dan juara kedua.

Kepala Desa Torbang, Muzanni, berambisi tradisi Torbangan tidak berakhir sebagai aktivitas seremonial tahunan. Menurutnya, tradisi tersebut mempunyai nilai krusial dalam menjaga budaya sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Ia berambisi Torbangan dapat terus dilestarikan dan dilaksanakan secara berkepanjangan oleh generasi berikutnya.

“Melalui Torbangan, masyarakat tidak hanya bersyukur, tetapi juga dapat terus menjaga silaturahmi, gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya.

Bagi masyarakat Desa Torbang, keberadaan Torbangan menjadi bagian dari kekayaan tradisi nan terus dipertahankan. Selain menjadi sarana berterima kasih dan bersedekah, aktivitas tersebut juga menjadi ruang berkumpul bagi penduduk dari enam dusun.

Masyarakat pun berambisi tradisi Torbangan tetap lestari dan membawa keberkahan bagi Desa Torbang, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan nan telah terbangun selama ini.

“Ini pastinya juga adalah angan masyarakat agar tradisi Torbang ini terus bisa dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya” pungkasnya.

Penulis : Wandi

Editor : Wahyu

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya