TPS3R Pasar Kwanyar Segera Dibangun, DLH Target Beroperasi Akhir November 2026

1 jam yang lalu 1

KABAR MADURA | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan mulai mempersiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di area Pasar Kwanyar, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) DLH Bangkalan, Kuspriyanto Suparman, mengatakan, pihaknya berbareng tim teknisi dan pendamping bakal melakukan survei serta pengukuran di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan letak sebelum pembangunan dimulai.

“Nanti siang ini kami DLH berbareng tim teknisi dan pendamping mau survei lapangan dan pengukuran,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).

TPS3R tersebut diproyeksikan bisa menangani sekitar 6 hingga 10 ton sampah per hari. Pada tahap awal, jasa pengelolaan sampah bakal mencakup empat desa di wilayah Kecamatan Kwanyar.

Kuspriyanto menjelaskan, cakupan jasa tersebut bakal dikembangkan secara bertahap, menyesuaikan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kapabilitas mesin pengolahan. Ke depan, pihaknya menargetkan seluruh wilayah Kecamatan Kwanyar dapat terlayani.

“Perkiraan 6-10 ton per hari, untuk sementara empat desa dulu, sembari lampau pengembangan baik dari SDM dan mesinnya. Ke depan KSP mau seluruh Kwanyar,” jelasnya.

Untuk menunjang proses pengolahan, TPS3R bakal dilengkapi mesin hibrid dan conveyor. Peralatan tersebut nantinya digunakan untuk mendukung proses pemilahan sampah organik dan anorganik secara langsung.

Namun, Kuspriyanto menyebut, mesin pengolahan baru bakal didatangkan setelah pembangunan bentuk TPS3R selesai.

“Mesin hibrid dan conveyor agar langsung ada proses pemilahan organik dan anorganik. Mesin menunggu gedung bentuk selesai,” terangnya.

DLH Bangkalan menargetkan akomodasi TPS3R tersebut dapat mulai beraksi pada akhir November alias awal Desember 2026.

Selama ini, pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Kwanyar dinilai tetap belum optimal. Khusus sampah nan berasal dari area pasar, pengelolaannya menjadi tanggung jawab pihak pasar. Sementara sampah nan dihasilkan masyarakat pada umumnya tetap langsung dibuang tanpa melalui proses pengolahan.

Menurut Kuspriyanto, salah satu area nan telah mempunyai pola kerja sama dengan DLH adalah Kokoh City. Sampah dari area itu telah diarahkan untuk dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Kalau sampah di Kwanyar selama ini langsung dibuang saja. Kecuali di Kokoh City, ada kerja sama dengan DLH, sampahnya dibuang ke TPA,” ungkapnya.

Selain membangun akomodasi dan menyediakan mesin pengolahan, DLH Bangkalan juga bakal memberikan training kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah. Edukasi itu dinilai krusial agar proses pengolahan di TPS3R dapat melangkah efektif sejak dari sumbernya.

“Kami pasti bakal melakukan training mengenai pemilahan sampahnya,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya