Antrean BBM di Pamekasan Dipicu Distribusi Terlambat dan Panic Buying

48 menit yang lalu 2

PAMEKASAN, koranmadura.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan. Antrean terjadi saat masyarakat mengisi bahan bakar minyak (BBM), khususnya Solar dan Pertalite.

Antrean kendaraan apalagi mengular hingga sekitar 500–700 meter. Kondisi tersebut disebut telah berjalan selama beberapa bulan dan kerap mengganggu kelancaran arus lampau lintas.

Sejumlah titik nan kerap terjadi antrean panjang di antaranya Kangenan, Tlanakan, Blumbungan, dan Larangan Badung.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan, Sri Puji Harijani, mengatakan pihaknya berbareng tim dari Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Sosial, serta sejumlah lembaga mengenai telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 12 SPBU.

Sidak tersebut dilakukan sejak Kamis hingga Jumat untuk mengetahui penyebab terjadinya antrean panjang.

“Hasil sidak, ada beberapa aspek nan menyebabkan antrean,” kata Sri Puji, Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, salah satu penyebab antrean adalah keterlambatan pengedaran BBM bersubsidi dari Pertamina Patra Niaga Surabaya pada awal September.

Selain itu, terjadi lonjakan permintaan BBM pada Juli hingga Agustus. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa SPBU mengalami kekosongan BBM bersubsidi pada pekan keempat Agustus.

Akibatnya, masyarakat beranjak dan menyerbu SPBU nan tetap mempunyai stok BBM sehingga antrean semakin panjang.

“Panic buying juga menambah panjang antrean,” ujarnya.

Sri Puji menyebutkan, sejak Kamis, pengiriman BBM bersubsidi dari Pertamina Surabaya mulai kembali lancar. Namun, sebagian masyarakat tetap cemas terjadi kekosongan sehingga tetap melakukan pembelian dalam jumlah lebih banyak.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak panik. Sebab, pasokan dari Pertamina Surabaya sejak Kamis sudah kembali rutin dikirim ke SPBU.

“Kami mengimbau masyarakat tidak panic buying,” tegasnya.

Selain itu, SPBU diminta tidak melayani pembelian BBM menggunakan jeriken tanpa rekomendasi resmi dari lembaga terkait.

SPBU juga diminta mendahulukan pembelian Solar maupun Pertalite dengan rekomendasi nan berasal dari wilayah Kabupaten Pamekasan.

Sebelumnya, Ketua Aktivis Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) turut menyoroti persoalan antrean BBM tersebut. Menurutnya, antrean panjang tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kemacetan.

“Antrean panjang sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya. (SUDUR/DIK)

Selengkapnya