Syafii Kamil: M. Tabrani Gagas Bahasa Indonesia untuk Persatuan, Bukan Pengakuan

1 jam yang lalu 3
Tabrani(KM/SAFIRA NUR LAILY) SYAFII KAMIL: Tokoh diaspora Belanda asal Plakpak, Pamekasan.

KABAR MADURA | Gagasan M. Tabrani tentang penggunaan istilah Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam Kongres Sumpah Pemuda lahir dari pemikiran besar nan telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka.

Tokoh diaspora Belanda asal Plakpak, Pamekasan, Syafii Kamil, mengatakan bahwa pemikiran M. Tabrani perlu dipahami bukan hanya dari keberhasilannya menggagas istilah Bahasa Indonesia, tetapi juga dari semangat perjuangan nan melatarbelakanginya.

Menurut Syafii, Tabrani tidak bergerak demi ketenaran ataupun pengakuan pribadi. Gagasan nan diperjuangkannya berorientasi pada kepentingan bangsa dan pembangunan peradaban.

“Memahami ruh M. Tabrani itu bukan untuk panjat sosial seperti sekarang, bukan pula haus validasi. Semua nan dilakukan untuk peradaban,” terangnya, Rabu (28/10/2026).

Dia menjelaskan, sebagai wartawan muda nan aktif di beragam media pergerakan, Tabrani terbiasa menganalisis kondisi sosial politik pada masanya. Pengalaman itu turut membentuk pola pikirnya dalam merumuskan pendapat tentang bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia.

Syafii menegaskan, pemikiran Tabrani perlu terus dipelajari, salah satunya melalui karya-karyanya. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berakhir pada kebanggaan bahwa tokoh asal Pamekasan tersebut mempunyai peran krusial dalam sejarah nasional, tetapi juga memahami nilai dan pendapat nan diperjuangkannya.

“Tabrani di usia 22 tahun ketika memimpin kongres sumaph pemuda kala itu, tidak pernah berpikir bahwa dirinya bakal dikenang di masa nan bakal datang. Karena memang apa nan dilakukan oleh beliau, murni untuk Indonesia,” tutupnya. (nur/zul)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0