Mahasiswa UTM Demo Pemkab Bangkalan: Tuntut Penanganan Begal, Curanmor, hingga Kelangkaan BBM

1 jam yang lalu 2

F-Pendemo

KM/IST

KABAR MADURA | Rasa kondusif mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali menjadi sorotan setelah dugaan tindakan pembegalan terjadi di Jalan Raya Pedeng, Kecamatan Socah, Selasa (27/10/2026) awal hari.

Merasa persoalan itu terus berulang setiap tahun, ratusan mahasiswa mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Rabu (28/10/2026), untuk menyuarakan keresahan sekaligus mendesak langkah konkret dari pemerintah wilayah dan kepolisian.

Dalam tindakan nan tergabung dalam Suara Trunojoyo itu, mahasiswa tidak hanya menuntut penanganan kasus terbaru. Mereka juga mendesak pembenahan sistem keamanan di sekitar kampus, mulai dari pengaktifan kembali pos penjagaan, penambahan penerangan jalan, hingga penguatan personel kepolisian di wilayah rawan kriminalitas.

Presiden Mahasiswa UTM, Mahrus Ali, mengatakan, ancaman pemalak dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) telah menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa. Kondisi itu, menurutnya, membikin mahasiswa tidak leluasa menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Rasa was-was terus membayangi kami, tidak ada rasa nyaman dan kondusif saat melakukan aktivitas, lantaran ancaman pemalak dan curanmor nan berulang setiap tahunnya,” ujarnya di sela aksi.

Bagi mahasiswa, persoalan itu bukan sekadar kasus pidana nan terjadi sekali waktu. Mereka menilai, keamanan di area kampus perlu ditangani secara serius dan berkepanjangan agar aktivitas pendidikan tidak terus dibayangi ancaman kejahatan jalanan.

Mahrus menjelaskan, massa menyampaikan 8 tuntutan kepada Polres dan Pemkab Bangkalan. Tuntutan tersebut meliputi pengaktifan kembali pos keamanan di titik rawan, pengalokasian anggaran penerangan jalan umum (PJU), serta perbaikan dan normalisasi drainase di lingkungan UTM.

Mahasiswa juga meminta penambahan personel di Polsek Kamal dan pemasangan kamera pengawas alias CCTV di area nan dinilai rawan kriminalitas. Di luar persoalan keamanan, mereka turut menyoroti pemberantasan peredaran narkoba, pengelolaan sampah, serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

“Kami mendesak pengaktifan kembali pos keamanan, peningkatan penerangan jalan, perbaikan drainase, serta penambahan personel di Polsek Kamal. Selain itu, ekspansi pemasangan CCTV kudu dibarengi dengan penanganan serius terhadap peredaran narkoba, persoalan sampah, dan kelangkaan BBM,” ujarnya.

Tidak hanya menyampaikan tuntutan, mahasiswa juga menetapkan tenggat waktu bagi pihak mengenai untuk menindaklanjutinya. Polres Bangkalan diberi waktu 2 x 24 jam, sedangkan Pemkab Bangkalan diminta merespons tuntutan itu dalam waktu tujuh hari.

Menanggapi tindakan tersebut, Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo, menyatakan telah membentuk tim unik untuk menangani kasus dugaan pembegalan terhadap mahasiswa UTM. Polisi juga telah meminta keterangan korban dan mengamankan seorang laki-laki nan ciri-cirinya dinilai sesuai dengan keterangan awal korban.

“Kami telah mengamankan seseorang nan ciri-cirinya sesuai dengan keterangan korban. Namun, lantaran korban belum dapat memastikan ciri-cirinya, interogator tetap memerlukan tambahan perangkat bukti untuk memperkuat proses penyelidikan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan perkara tetap berlangsung. Identitas dan keterlibatan laki-laki nan diamankan belum dapat dipastikan sebagai pelaku lantaran interogator tetap memerlukan perangkat bukti tambahan untuk memperkuat proses penyelidikan.

Terkait tuntutan penambahan personel di Polsek Kamal dan pengaktifan pos keamanan, Wibowo menyatakan bakal segera menindaklanjutinya. Dia juga mempersilakan mahasiswa melapor andaikan mendapati pos keamanan di sekitar UTM tidak dijaga petugas.

“Kami membujuk masyarakat dan mahasiswa ikut membantu menjaga situasi tetap kondusif serta mendukung keamanan di Bangkalan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim merespons tuntutan mahasiswa mengenai pembenahan infrastruktur, terutama perbaikan jalan dan drainase. Dia menyebut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 miliar untuk pekerjaan di Kecamatan Telang dan Labang.

Selain itu, kata Bupati Lukman, terdapat anggaran Rp7 miliar untuk perbaikan di Kecamatan Labang dan Kwanyar. Dia juga berjanji meningkatkan kualitas penerangan jalan umum di sekitar UTM dengan menggunakan lampu berkekuatan lebih besar.

Mengenai pemasangan CCTV, dia menyebut, perangkat itu telah terpasang dan bakal ditambah untuk memperkuat pengawasan di area tersebut.

Adapun mengenai kelangkaan BBM, dia mengatakan pemerintah wilayah tengah berupaya meminta penjelasan lebih lanjut kepada PT Pertamina Patra Niaga Surabaya.

“Saat CCTV sudah terpasang dan bakal ada penambahan, untuk masalah BBM kami sedang dalam upaya pembicaraan lebih lanjut dengan PT Pertamina Patra Niaga (Surabaya) Regional Jatimbalinus,” ungkapnya. (fik/zul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0