(MADURA UNITED/KM) ACHSANUL QOSASI: Presiden Madura United.KABAR MADURA | Presiden Madura United Achsanul Qosasi berambisi federasi melakukan pertimbangan terhadap kepemimpinan wasit Eko Saputra saat Laskar Sape Kerrab menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin malam (26/10/2026).
Achsanul Qosasi menyoroti sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan nan berhujung dengan skor 1-3 untuk kemenangan Persebaya tersebut. Dua keputusan nan menjadi perhatiannya adalah kartu merah untuk pemain Madura United dan bingkisan penalti bagi Bajol Ijo menjelang akhir pertandingan. Menurutnya, kedua keputusan itu perlu menjadi bahan pertimbangan federasi.
“Semoga federasi mengevaluasi wasit Eko Saputra. Untuk siapa dia bekerja?” terangnya, Selasa (27/10/2026).
Madura United kudu melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Paulo Sitanggang menerima kartu merah pada menit ke-65. Meski kehilangan satu pemain, Laskar Sape Kerrab bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Gali Freitas pada menit ke-69.
Namun, Persebaya kembali unggul setelah mendapat bingkisan penalti nan dieksekusi Yuran Fernandes pada menit ke-91. Enam menit berselang, Yan Mabella mencetak gol tambahan pada menit ke-97 sekaligus memastikan kemenangan Persebaya dengan skor 3-1.
“Laga ini banyak memberi pelajaran buat kami. Kita kena kartu merah, belum cukup. Jelang akhir laga, kita diganjar penalti dengan 10 pemain di lapangan,” tambahnya.
Di tengah sorotannya terhadap kepemimpinan wasit, Achsanul tetap mengakui kualitas permainan Persebaya. Pria kelahiran Sumenep itu menegaskan, hasil pertandingan tidak boleh merusak hubungan persaudaraan antara masyarakat Madura dan Surabaya.
“Tapi di atas semuanya, Persebaya bermain bagus,” tegasnya.
Achsanul juga mengimbau suporter Madura Bersatu agar tetap menahan emosi dan tidak terpancing oleh kekecewaan terhadap keputusan wasit. Baginya, rivalitas di lapangan tidak boleh mengganggu hubungan persaudaraan nan telah terjalin antara kedua golongan suporter maupun masyarakat Madura dan Surabaya.
“Semarah apapun kita kepada Wasit Eko Saputra, kita kudu tetap tahan emosi. Karena ‘Madrudji’ di atas segalanya,” tukasnya. (nur/zul)

1 jam yang lalu
4









English (US) ·
Indonesian (ID) ·