Anggaran PJU Pamekasan Rp190 Juta Habis, 10 Persen Kerusakan Belum Tertangani

1 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Anggaran pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU) di Pamekasan sebesar Rp190 juta pada 2026 telah terserap seluruhnya. Namun, keterbatasan anggaran membikin Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan belum bisa menangani seluruh titik penerangan jalan nan mengalami kerusakan.

Hingga akhir Oktober 2026, Dishub Pamekasan mencatat penanganan kerusakan PJU baru mencapai sekitar 90 persen dari total kebutuhan perbaikan. Sementara itu, sekitar 10 persen sisanya tetap menunggu kesiapan anggaran dan material.

Kepala Dishub Pamekasan, Moh. Yusuf Wibiseno, mengatakan anggaran pemeliharaan sebesar Rp190 juta tersebut telah direalisasikan sepenuhnya untuk pengadaan peralatan listrik dan perbaikan sarana penerangan jalan.

Anggaran tersebut merupakan alokasi unik pemeliharaan PJU nan terpisah dari anggaran pembayaran tagihan listrik.

Menurut Yusuf, banyaknya titik penerangan jalan nan mengalami gangguan menyebabkan anggaran nan tersedia belum mencukupi seluruh kebutuhan perbaikan.

“Anggaran Rp190 juta itu untuk pengadaan perangkat listrik dan perbaikan PJU sudah terealisasi 100 persen. Tetapi anggaran tersebut tidak cukup untuk mengcover seluruh PJU nan rusak di Pamekasan, sehingga ada kerusakan nan belum kami tangani,” ungkapnya, Selasa (27/10/2026).

Yusuf menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap sekitar 740 titik PJU nan tersebar di beragam wilayah Kabupaten Pamekasan.

Penanganan dilakukan berasas tingkat kerusakan pada masing-masing titik, mulai dari perbaikan jaringan kabel, penggantian lampu, hingga komponen pendukung lainnya.

Dia menyebutkan, kebutuhan material di setiap letak berbeda sehingga penggunaan anggaran disesuaikan dengan kondisi kerusakan nan ditemukan petugas di lapangan.

Meski ratusan titik telah ditangani, tetap terdapat sejumlah PJU nan belum dapat diperbaiki akibat keterbatasan material dan anggaran pemeliharaan.

Untuk menuntaskan pekerjaan tersebut, Dishub Pamekasan telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp187 juta melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026.

Tambahan anggaran itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan material sekaligus mempercepat penanganan titik-titik PJU nan tetap mengalami kerusakan.

“Untuk sisa pekerjaan nan belum tertangani lantaran kekurangan material, kami sudah mengusulkan anggaran tambahan di PAK. Insya Allah pada Desember mendatang bisa terealisasi 100 persen,” tambahnya.

Yusuf menargetkan seluruh kebutuhan perbaikan PJU nan telah terdata dapat diselesaikan pada Desember 2026 andaikan support anggaran dan material tersedia.

Dia menegaskan, penyelenggaraan pemeliharaan PJU dilakukan berasas laporan masyarakat serta hasil pemantauan rutin petugas di lapangan.

Setiap laporan kerusakan menjadi bahan pendataan untuk menentukan kebutuhan perbaikan sesuai kondisi masing-masing lokasi.

Selain itu, pihaknya memastikan proses pemeliharaan dilengkapi pencatatan dan pengarsipan pekerjaan sebagai corak pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

“Setiap tahapan pekerjaan juga dicatat, didokumentasikan, dan dilaporkan secara berkala guna memastikan transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran agar tepat sasaran,” tutupnya. (fit/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0