KABAR MADURA | Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Pamekasan dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pamekasan.
Kondisi tersebut tidak hanya dikeluhkan oleh para pengendara, tetapi juga menyebabkan kemacetan arus lampau lintas nan mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para pekerja dan tenaga pendidik.
Totok, salah seorang penduduk asal Tlanakan, mengungkapkan bahwa kemacetan akibat antrean panjang kendaraan nan mau membeli solar sangat menghalang mobilitas harian.
Dia terpaksa kudu berangkat lebih awal dari biasanya agar tidak terlambat menjalankan tugasnya sebagai guru.
“Setiap jalan sampai sekarang belum selesai macetnya lantaran banyak mobil berjejer mengantri solar. Ini mengganggu aktivitas jalan. Kami berambisi masalah BBM ini sigap selesai dan para pencari nafkah bisa kembali kondusif,” keluhnya, Selasa (27/10/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, pengawas di salah satu SPBU Pamekasan, Sutrisno, menjelaskan bahwa antrean padat mulai meledak sejak tanggal 20 Oktober lalu.
Sutrisno mengatakan bahwa penyebab utama antrean panjang tersebut adalah tingginya volume kendaraan nan tidak sebanding dengan jumlah pasokan nan dikirimkan.
“Permintaan tidak sesuai dengan pengiriman, sedangkan kendaraan sedang membeludak. Misalnya kami minta 24 kiloliter (kl), nan datang hanya 8 kl. Pengiriman kadang sesuai, kadang tidak,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa pihak SPBU telah berkoordinasi dan melaporkan hambatan antrean tersebut kepada pihak Pertamina. Dari koordinasi tersebut, kata Sutrisno, pihak pertamina mengarahkan agar pengiriman nan ada dioptimalkan sekaligus memperketat pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Pamekasan, Sri Puji Harijani, memaparkan bahwa kondisi pasokan BBM saat ini terbagi menjadi dua situasi nan berbeda.
Katanya, stok Pertalite terpantau sudah normal, namun solar tetap mengalami banyak kekosongan dan keterlambatan pengiriman tetap terus terjadi.
“Pertalite sudah normal, tapi solar banyak nan kosong dan penyesuaian DO (Delivery Order) tetap terjadi. Terkait kapan pelayanan bisa normal kembali, kami tetap menunggu kebijakan dari BPH Migas,” terangnya.
Dalam mengatasi persoalan tersebut Sri Puji mengatakan bahwa pihaknya bakal terus mengoptimalkan pengawasan, dia juga berambisi pengedaran dari Pertamina dapat segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Pamekasan dapat melangkah lancar tanpa halangan antrean BBM. (fit/waw)

58 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·