PAMEKASAN, Koranmadura.com – Serapan tembakau di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga 21 September 2026 mencapai 36.836.806 kilogram alias sekitar 36.836 ton. Jumlah tersebut telah melampaui rencana pembelian musim tembakau 2026 nan ditetapkan sebesar 24,85 juta kilogram.
Kepala Bidang Pembinaan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan, Raihan Akbar, mengatakan, serapan tersebut berasal dari tiga jalur pembelian, ialah perusahaan rokok nasional, perusahaan rokok lokal, dan pembelian pribadi.
“Serapan tembakau sampai 21 September mencapai 36.836 ton,” kata Raihan, Senin, 28 September 2026.
Perusahaan rokok nasional menjadi penyerap terbesar dengan pembelian mencapai 28.971.404 kilogram alias sekitar 722.215 bal. Realisasi tersebut mencapai 188,74 persen dari rencana pembelian sebesar 15,35 juta kilogram.
Sementara perusahaan rokok lokal menyerap 1.698.455 kilogram alias 42.269 bal. Realisasi tersebut mencapai 89,39 persen dari sasaran sebesar 1,9 juta kilogram.
Sedangkan pembelian pribadi tercatat sebanyak 6.166.947 kilogram alias 148.816 bal. Jumlah tersebut mencapai 81,14 persen dari rencana pembelian sebesar 7,6 juta kilogram.
Jika ditotal, pembelian dari tiga jalur tersebut mencapai 913.300 bal alias 36.836.806 kilogram.
Untuk harga, Raihan menyebut tetap relatif sama dengan musim 2025, ialah berkisar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
Namun, kualitas tembakau tahun ini dinilai lebih baik sehingga transaksi banyak berada pada kisaran nilai menengah hingga tinggi.
“Harga 2025 dan 2026 nyaris sama. Serapan paling banyak berada di kisaran Rp60 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram,” ujarnya.
Meski demikian, nilai sempat melemah pada awal musim panen. Kondisi tersebut dipengaruhi kualitas daun nan belum maksimal lantaran sebagian petani memanen tembakau nan tetap kurang tua.
Selain itu, kualitas daun bagian bawah condong lebih rendah sehingga turut memengaruhi nilai jual tembakau. (SUDUR/DIK)

6 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·