Sampang Jadi Sasaran Investor China, Pemkab Dorong Serap Tenaga Kerja Lokal

1 jam yang lalu 1

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sampang Alan Kaisan. (DOK. KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Rencana masuknya investasi asal China ke Pulau Madura mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Sampang.

Selain rencana relokasi sejumlah pabrik Tiongkok ke Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, muncul info mengenai rencana investasi sektor pelabuhan di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.

Pemkab Sampang berambisi masuknya investasi tidak hanya memberikan akibat ekonomi di area industri Bangkalan. Kabupaten lain di Madura, termasuk Sampang, diharapkan ikut merasakan faedah melalui penyerapan tenaga kerja lokal maupun keterlibatan pelaku upaya daerah.

Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz mengaku belum mempelajari secara perincian mengenai rencana investasi tersebut. Namun, andaikan rencana tersebut betul-betul terealisasi, dia berambisi masyarakat Sampang dan Madura bisa mempersiapkan diri agar mendapatkan faedah nyata.

“Saya tetap belum mempelajari apa itu secara detail. Namun jika memang itu terjadi, semoga masyarakat Sampang dan Madura pada umumnya bisa siap sehingga bisa mendapatkan faedah nyata dari perihal tersebut,” ujar Mahfudz, Jumat (14/8/2026).

Lora Mahfudz, sapaan akrabnya, berambisi investasi tersebut tidak berakhir pada pembangunan area industri. Menurutnya, kehadiran penanammodal kudu bisa memberikan akibat lebih luas terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Madura.

Pemkab Sampang juga mendorong agar masyarakat lokal menjadi bagian dari aktivitas ekonomi nan muncul. Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta keterlibatan pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok.

“Kami mendorong agar tenaga kerja lokal diprioritaskan dan UMKM Sampang dilibatkan dalam rantai pasok,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sampang Alan Kaisan menyambut positif info mengenai rencana masuknya investasi Tiongkok ke Madura.

Menurutnya, investasi tersebut berpotensi memberikan akibat terhadap pembangunan sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya kami sangat bangga ketika ada info bakal ada investasi nan bakal masuk ke Madura. Selain memberikan akibat langsung terhadap roda pembangunan di Madura, juga bakal membuka gambaran ke bumi luar bahwa Madura kondusif dan kondusif bagi penanammodal nan mau berinvestasi di Madura,” katanya, Minggu (16/8/2026).

Alan juga menyinggung gambaran Madura nan selama ini menurutnya menjadi salah satu aspek nan memengaruhi minat penanammodal untuk menanamkan modal. Karena itu, dia berambisi rencana kerja sama industri antara Indonesia dan Tiongkok betul-betul dapat direalisasikan.

“Selama ini gambaran Madura di bumi industri kurang baik. Terkenal dengan premanisme dan lainnya. Mudah-mudahan rencana kerja sama industri di area Madura nan bakal dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan Tiongkok betul-betul terwujud,” tegasnya.

Menurut Alan, akibat investasi tidak hanya berangkaian dengan pembangunan area industri. Kehadiran industri juga berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus membantu menekan nomor kemiskinan dan pengangguran di Madura.

“Selain bakal mengurangi nomor kemiskinan dan mengurangi nomor pengangguran, nan pasti juga bakal menjadi roda pembangunan bagi Madura. Syukur-syukur kelak bisa masuk ke Kabupaten Sampang,” jelasnya.

Khusus Sampang, Alan menyebut terdapat info mengenai rencana penanammodal Tiongkok nan bakal berinvestasi di sektor pelabuhan di wilayah Kecamatan Pangarengan.

Informasi tersebut menjadi perhatian lantaran keberadaan pelabuhan berpotensi berangkaian dengan kebutuhan logistik dan pengedaran andaikan aktivitas industri di Madura semakin berkembang.

Kendati demikian, Alan belum merinci corak investasi, nilai investasi, maupun tahapan pembangunan pelabuhan nan disebut berada di Kecamatan Pangarengan tersebut.

“Harapan kami, pemerintah kabupaten menyambut rencana area industri nan ada di Madura dengan hangat, serta menyiapkan segala kebutuhan bagi penanammodal nan bakal berinvestasi di Kabupaten Sampang maupun Madura secara umum,” pungkasnya.

Adapun kerja sama pengembangan industri nan telah diinformasikan mencakup Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee.

Selain itu, terdapat Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance dengan Wiraraja Madura Industrial Estate.

Kawasan tersebut direncanakan mengembangkan sejumlah klaster industri, di antaranya cokelat, matras, tekstil, benang, serta manufaktur padat karya.

Dalam konteks Sampang, info mengenai rencana investasi sektor pelabuhan di Kecamatan Pangarengan menjadi salah satu perhatian DPRD dalam menyikapi perkembangan investasi di Madura.

Pemkab dan DPRD Sampang mendorong agar setiap investasi nan berangkaian dengan wilayah melangkah sesuai ketentuan. Pada saat nan sama, investasi diharapkan membuka ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal dan UMKM.

Dengan demikian, faedah ekonomi tidak hanya dirasakan oleh investor, tetapi juga masyarakat daerah. (ali/nda)

Selengkapnya