KABAR MADURA | Ketersediaan stok insulin di Rumah Sakit Mohammad Noer (RSMN) Pamekasan nan sempat dikeluhkan pasien BPJS Kesehatan akhirnya menemui titik terang. Pihak rumah sakit menegaskan tidak pernah membatasi pemberian insulin kepada pasien. Keterbatasan nan sempat terjadi disebut murni disebabkan keterlambatan pengiriman stok.
Kepala Seksi Penunjang Non-Medik RSMN, Ulva Rosyana, menjelaskan, berkurangnya jumlah insulin nan diterima sejumlah pasien beberapa waktu lampau terjadi akibat keterlambatan pengedaran stok. Kondisi itu dipicu adanya perubahan izin dalam proses pengadaan peralatan dan jasa.
Menurutnya, saat ini proses pengadaan obat-obatan dan kebutuhan lainnya untuk rumah sakit dilakukan melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
“Mengenai keluhan pasien nan harusnya mendapat 11 tapi dapat 3 apakah rumah sakit membatasi? Sebenarnya rumah sakit tidak membatasi. Tapi ada kondisi saat itu keterbatasan stok di kami. Karena keterlambatan pengiriman nan disebabkan ada perubahan izin di proses pengadaan peralatan dan jasanya,” jelasnya, Rabu (29/7/2026).
Di tengah keterbatasan stok itu, jumlah pasien pengguna insulin di RSMN tergolong cukup banyak. Sebab itu, pihak rumah sakit mengambil kebijakan membagi persediaan nan ada agar seluruh pasien tetap memperoleh insulin dan tidak mengalami putus pengobatan.
“Tentunya kami tidak bisa memikirkan satu pasien, akhirnya kami mengambil satu kebijakan untuk membagi. Dalam artian semua pasien nan mendapatkan insulin itu kudu dapat obatnya, agar tidak putus obatnya,” tambahnya.
Ulva mengungkapkan, kekurangan stok insulin terjadi sejak 13 Juli 2026. Namun, pada 24 Juli 2026, pasokan insulin telah tiba sehingga persediaan di rumah sakit kembali normal.
“Sekarang stok di kami sudah lengkap. Dan kami sudah menghubungi pasien-pasien nan dalam tanda kutip kami utangi. Kami berikan komplit sesuai dengan nan diresepkan. Jadi komitmen rumah sakit, kami tidak bakal memotong kewenangan pasien,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu family pasien berinisial WN mengaku telah menerima sisa insulin nan sebelumnya belum diberikan oleh pihak rumah sakit sesuai dengan jumlah nan diresepkan.
“Alhamdulillah sudah ada insulinnya, dihubungi pihak RS,” ungkapnya kepada Kabar Madura.
Sebelumnya, kesiapan insulin di RSMN Pamekasan sempat dikeluhkan oleh pasien peserta BPJS Kesehatan. Mereka mengaku jumlah insulin nan diterima tidak sesuai dengan kebutuhan pengobatan bulanan lantaran stok di rumah sakit saat itu terbatas. (nur/zul)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·