Rika Sulap Kain Perca Jadi Cuan, Pemasaran Masih Jadi Kendala

1 jam yang lalu 2
KM/FADILATUL KAMILAH SISA JADI CUAN: Rika menunjukkan sejumlah kerajinan nan dibuat dari potongan kain jejak jahitan. Usaha nan dirintis sejak 2012 tersebut menghasilkan beragam produk berbobot jual, mulai dari tas, dompet, topi hingga perlengkapan rumah tangga.

KABAR MADURA | Sisa kain dari jahitan tidak selalu berhujung di tempat sampah. Di tangan Rika, pemilik Rika Collection, kain perca diolah menjadi beragam kerajinan nan bisa dijual.

Usaha kerajinan berbahan kain perca tersebut mulai dirintis tahun 2012. Rika nan memang menerima jasa jahitan memandang banyak sisa kain nan bakal dibuang merasa sayang. Daripada terbuang, dia kemudian mencari referensi melalui YouTube tentang langkah mengolah kain perca menjadi kerajinan.

“Awalnya saya jahit, terima jahitan. Lihat banyak perca itu mau dang, eman. Akhirnya saya cari di YouTube, langkah membikin kerajinan dari perca,” Ujarnya saat ditemui pada selasa (29/9/2026). 

Dari situlah Rika mulai mencoba membikin beragam macam kerajinan menggunakan sisa kain dari jahitan. Produk nan dihasilkan cukup beragam, mulai dari tas, dompet, topi, taplak, keset, cempal untuk mengangkat panci panas, sarung bantal, outer, tempat pensil hingga celengan.

Menurut  Rika, tas dan dompet menjadi produk nan cukup sering diminati pembeli. Selain itu, topi juga menjadi salah satu produk nan banyak terjual. Harga produknya bervariasi, mulai dari Rp10 ribu, Rp50 ribu hingga Rp75 ribu. 

“Kadang biasanya pesanan itu berupa dompet, pernah juga souvenir pengantin” jelasnya.

Proses pembuatannya tetap dilakukan sendiri oleh  Rika. Produksi pun dilakukan di sela-sela aktivitas menjahit, sehingga jumlah kerajinan nan datang tidak selalu sama setiap bulannya.

Sementara itu,  Rika mengatakan bahwa pemasaran menjadi salah satu hambatan nan tetap dihadapi. Produk biasanya lebih banyak diketahui ketika mengikuti pagelaran alias ketika pengguna jasa jahit memandang produk nan dipajang di etalase rumah.

“Kalau ada agenda besar seperti bazar, baru jual. Kalau tidak ada, ya ditaruh di etalase” tuturnya.

Ke depannya,  Rika berambisi semakin banyak masyarakat nan tertarik dengan produk berbahan kain perca. Dia juga berambisi adanya wadah dari pemerintah untuk membantu memperluas pemasaran produk kerajinan tersebut.

“Semoga lebih banyak peminatnya dan ada wadah dari pemerintah untuk menampung produk perca ini, agar penjualannya bisa lebih luas,” harapnya. (Fadilatul Kamilah/waw)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0