Final, Pendaftar Pemuda Pelopor Pamekasan Tahun 2026 Hanya Enam Orang

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Partisipasi pemuda dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Pamekasan 2026 mengalami penurunan. Setelah pendaftaran dibuka nyaris satu bulan dan sosialisasi dilakukan ke sejumlah kecamatan, hanya enam peserta nan mengikuti tahapan pemaparan dan wawancara.

Seleksi wawancara digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan di aula instansi setempat, Selasa (29/9/2026).

Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Disporapar Pamekasan, Rusdin, menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, nan mencapai 11 pendaftar dan 30 pendaftar di tahun 2024.

Sosialisasi program Pemuda Pelopor di sejumlah kecamatan. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas info sekaligus mendorong pemuda dari beragam wilayah agar mengikuti seleksi.

Pendaftaran dibuka secara daring sejak 1 hingga 28 September 2026. Peserta nan melanjutkan ke tahapan seleksi kemudian diminta memaparkan gagasan, kegiatan, maupun penemuan nan telah mereka jalankan di tengah masyarakat.

Pemilihan Pemuda Pelopor tahun ini mencakup lima bidang, ialah pendidikan dan agama, seni budaya, pangan, penemuan teknologi, serta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, dan pariwisata.

Melalui proses wawancara, peserta diminta menjelaskan pengalaman dan kontribusi nan telah dilakukan sesuai bagian kepeloporan masing-masing. Penilaian diarahkan pada aktivitas maupun penemuan nan memberikan faedah bagi masyarakat.

Sekretaris Disporapar Pamekasan, A. Rofik, nan mewakili Kepala Disporapar Pamekasan, meminta enam peserta nan mengikuti tahapan tersebut tidak menjadikan seleksi sebagai akhir dari aktivitas kepeloporan mereka.

“Saya berambisi adik-adik peserta Pemuda Pelopor terus semangat dan memberikan nan terbaik. Adik-adik nan masuk tahap ini, ialah pemaparan dan wawancara, adalah orang-orang pilihan dari sekian banyak pemuda di Kabupaten Pamekasan nan terus mengabdikan dirinya bagi masyarakat melalui kepeloporan,” ujarnya.

Menurut Rofik, aktivitas dan penemuan peserta perlu terus dikembangkan agar memberikan akibat bagi lingkungan sekitar, terlepas dari hasil seleksi.

Di tengah menurunnya jumlah peserta tahun ini, Disporapar berambisi partisipasi pemuda dalam program tersebut dapat kembali meningkat pada penyelenggaraan berikutnya. Program itu diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan karya, inovasi, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. (Arjul Wafiqoh/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0