Sumenep, (Madura Today) – Merantau ke negeri orang bukan akhir dari perjalanan hidup Fauzi. Setelah bekerja di Malaysia selama dua tahun, laki-laki asal Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, itu memilih pulang kampung pada 2020.
Berbekal tabungan dan keberanian memandang peluang, Ia merintis upaya sebagai Agen BRILink nan sekarang menjadi jagoan penduduk untuk bertransaksi keuangan.
Keputusan Fauzi bukan tanpa alasan. Ia memandang kebutuhan masyarakat terhadap jasa perbankan cukup tinggi, sementara jarak menuju instansi bank menjadi hambatan tersendiri bagi penduduk kepulauan. Kondisi itu mendorongnya menghadirkan jasa transaksi finansial nan lebih dekat, praktis, dan mudah dijangkau.
“Saya memandang nyaris 100 persen masyarakat di sini adalah pengguna BRI nan memerlukan jasa sigap tanpa kudu menempuh perjalanan jauh untuk jasa perbankan. Saya pun memberanikan diri menjadi Agen BRILink pada tahun 2020,” ungkap Fauzi. Rabu, (28/10/2026).
Pada awal merintis usaha, Fauzi kudu membangun kepercayaan masyarakat. Namun, berkah pelayanan nan konsisten dan upaya menjaga keamanan transaksi, usahanya perlahan berkembang. Kini, dia melayani rata-rata 50 hingga 60 transaksi setiap hari.
Dari gerai sederhana miliknya, Fauzi menyediakan beragam layanan, mulai dari tarik tunai, transfer sesama rekening BRI maupun antarbank, hingga pembayaran beragam tagihan. Ia membuka jasa setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, sehingga penduduk mempunyai pengganti untuk memenuhi kebutuhan transaksi tanpa kudu berjalan jauh.
Keberadaan upaya tersebut dirasakan beragam kalangan, mulai dari pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, pegawai, pelajar, hingga penduduk lanjut usia. Mereka dapat melakukan transaksi finansial dengan lebih mudah, termasuk mengirim duit kepada personil family nan sedang menempuh pendidikan di luar pulau.
Bagi Fauzi, upaya ini bukan sekadar sumber penghasilan. Ia merasa senang bisa membantu masyarakat memperoleh akses jasa finansial di wilayah kepulauan nan mempunyai keterbatasan akomodasi perbankan. Baginya, keberhasilan upaya juga diukur dari faedah nan dirasakan penduduk sekitar.
Perjalanan usahanya pun menyimpan pengalaman nan menguji kejujuran dan kepercayaan. Suatu ketika, Fauzi tidak sengaja memberikan kelebihan duit sebesar Rp10 juta kepada seorang nasabah. Ia sempat menghadapi akibat kerugian besar lantaran tidak menyadari kesalahan tersebut.
Namun, pengguna itu kembali dan menyerahkan duit nan diterimanya secara berlebih kepada Fauzi. Sikap tersebut menjadi pengalaman berbobot sekaligus penguat kepercayaannya terhadap masyarakat nan dilayani.
“Alhamdulillah, nasabahnya jujur mau mengembalikan langsung ke saya, padahal saya tidak tahu duit saya terbayar lebih,” kenangnya.
Seiring berjalannya waktu, upaya BRILink nan dikelolanya semakin dikenal warga. Keberadaan jasa tersebut memangkas waktu dan biaya perjalanan masyarakat nan memerlukan transaksi keuangan. Fauzi pun sukses membangun upaya di tanah kelahirannya tanpa kudu kembali bekerja di luar negeri.
Penghasilan dari transaksi nan dilayani sekarang bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Pengalaman merantau nan dulu dijalaninya demi mencari penghidupan sekarang menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi di kampung halaman.
Fauzi mengakui, perkembangan usahanya turut didukung oleh Bank BRI melalui program penataan merek tempat upaya (branding) dan pendampingan bagi agen. Ia juga merasa terbantu dengan jasa di instansi bagian ketika perlu melakukan transaksi secara langsung.
Ke depan, Fauzi berambisi jasa Agen BRILink semakin berkembang, terutama dengan penambahan fitur pembayaran pajak kendaraan bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah Jawa Timur. Dengan begitu, penduduk Kangean dapat memenuhi lebih banyak kebutuhan manajemen dan finansial tanpa kudu menempuh perjalanan jauh.
Kisah Fauzi menunjukkan bahwa kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan tidak selalu kudu dicari di negeri orang. Dengan kejelian membaca kebutuhan masyarakat, keberanian memulai usaha, dan kemitraan nan tepat, dia bisa membangun sumber penghasilan sekaligus menghadirkan faedah bagi lingkungan sekitarnya.
Di sisi lain, Branch Manager BRI Branch Office Sumenep, Ali Topan, mengatakan BRI terus memperkuat komitmen dalam mendorong inklusi finansial melalui keberadaan Agen BRILink. Layanan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses perbankan, baik di perkotaan maupun di wilayah pelosok desa dan kepulauan.
“Saat ini di Sumenep sendiri terdapat 895 BRILink Agen aktif nan tersebar di beragam lokasi. Ini merupakan komitmen nyata BRI Sumenep dalam menghadirkan solusi finansial nan efisien, terjangkau, dan mudah diakses bagi semua masyarakat wilayah Sumenep,” ungkapnya.
Ia menegaskan, model upaya berbasis kemitraan tersebut turut mendorong terbentuknya ekosistem inklusi finansial nan berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna jasa perbankan, tetapi juga berkesempatan mengambil bagian dalam rantai ekonomi digital nan memberikan faedah sosial dan ekonomi hingga tingkat desa.
Hayat
Hayat adalah wartawan Lulusan Terbaik Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta Tahun 2026.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·