KABAR MADURA | Ketua Harian KONI Sumenep Abdul Kadir Al Mahdaly mengatakan, tawaran menjadikan Madura Raya sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2029 oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur diklaim menjadi kesempatan strategis untuk mengangkat nama Madura di tingkat Jawa Timur.
Namun, kesempatan tersebut tidak cukup hanya dijawab dengan kesiapan administratif. Infrastruktur olahraga menjadi pekerjaan rumah nan kudu segera dibuktikan.
Sumenep diproyeksikan menjadi salah satu wilayah krusial dalam penyelenggaraan Porprov Jatim 2029. Bahkan, Kabupaten Sumenep direncanakan menjadi venue pembukaan arena olahraga tingkat provinsi tersebut.
Menurut Kadir, menjadi tuan rumah porprov tidak sekadar berbincang tentang pertandingan dan seremoni pembukaan. Kedatangan atlet, ofisial, hingga masyarakat dari beragam wilayah juga berpotensi memberikan pengaruh ekonomi bagi daerah, terutama bagi pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ini tentu menjadi kesempatan bagi Madura untuk lebih dikenal oleh wilayah lain,” katanya.
Namun, kesempatan tersebut sekaligus menuntut kesiapan nan tidak ringan. Kadir menyebut sarana dan prasarana olahraga kudu menjadi perhatian serius lantaran keberadaan venue merupakan salah satu aspek krusial dalam menentukan kelancaran penyelenggaraan Porprov.
Karena itu, pembangunan dan pembenahan akomodasi olahraga terus didorong. Salah satu nan menjadi perhatian adalah upaya mewujudkan sport center di Sumenep nan nantinya diharapkan bisa menunjang aktivitas olahraga berskala besar.
“Dengan catatan sarana dan prasarananya memadai. Itu tetap terus kita upayakan, termasuk terwujudnya sport center,” ujar Kadir.
Pernyataan tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah tetap memerlukan pekerjaan besar di sisi infrastruktur. Sebab, Porprov bukan hanya memerlukan tempat pertandingan, tetapi juga akomodasi nan bisa memberikan pelayanan layak kepada kontingen dari beragam daerah.
Kadir menegaskan, kesiapan itu diperlukan agar Sumenep dan Madura Raya tidak sekadar menjadi tuan rumah secara administratif. Lebih dari itu, wilayah kudu bisa menghadirkan penyelenggaraan nan memberikan pengalaman baik bagi seluruh kontingen.
Jika tawaran Porprov Jatim 2029 betul-betul terealisasi, momentum tersebut bisa menjadi panggung besar bagi Madura. Bukan hanya untuk menunjukkan prestasi atlet, tetapi juga memperkenalkan potensi wilayah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, sebelum berbincang soal untung ekonomi dan ketenaran Madura, satu perihal nan kudu dijawab terlebih dulu adalah kesiapan sarana dan prasarana.
“Kesempatannya besar, tetapi tentu kudu diikuti dengan kesiapan sarana dan prasarana,” pungkasnya. (ara/waw)

43 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·