Polantas Sampang Diminta Tak Sekadar Menindak, Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Ukuran Utama

1 jam yang lalu 1

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto memimpin apel Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di laman Mapolres Sampang. (ISTIMEWA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Keberhasilan polisi lampau lintas tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelanggar nan ditindak. Keselamatan pengguna jalan justru menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Kabupaten Sampang.

Pesan tersebut mengemuka dalam apel nan digelar di laman Mapolres Sampang, Selasa (22/9/2026). Apel dipimpin Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto dan dihadiri jejeran kepolisian, lembaga terkait, serta organisasi ojek daring.

Saat membacakan petunjuk Kakorlantas Polri, Anang menyampaikan bahwa perubahan pola mobilitas masyarakat membikin tugas kepolisian lampau lintas tidak bisa lagi dilakukan dengan langkah lama.

Pertumbuhan jumlah kendaraan, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan nan sigap menuntut Polantas untuk terus beradaptasi.

Pemanfaatan teknologi seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan modernisasi registrasi kendaraan disebut menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Teknologi tidak hanya ditempatkan sebagai perangkat untuk menemukan pelanggaran, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pelayanan dan menciptakan lampau lintas nan lebih aman.

“Penegakan norma tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah penindakan, melainkan kudu menjadi instrumen edukasi demi menyelamatkan nyawa di jalan raya,” ujar Anang saat membacakan petunjuk tersebut.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan penindakan pada konteks nan lebih luas. Pelanggaran lampau lintas bukan sekadar persoalan patokan nan dilanggar, tetapi juga berangkaian langsung dengan akibat kecelakaan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam petunjuk tersebut, Polantas juga didorong menerapkan konsep Polantas Karib, nan merupakan kepanjangan dari Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas.

Konsep tersebut menempatkan hubungan dengan masyarakat sebagai bagian krusial dari tugas kepolisian lampau lintas. Kemitraan tidak hanya dibangun dengan pengendara pribadi, tetapi juga dengan pengemudi ojek daring, pikulan umum, hingga lingkungan pendidikan.

Kehadiran organisasi ojek daring dalam apel menjadi salah satu corak kemitraan tersebut. Kelompok nan setiap hari bergesekan langsung dengan lampau lintas dinilai menjadi bagian krusial dalam membangun budaya berkendara nan aman.

Usai apel, Kapolres Sampang berbareng Wakapolres, pejabat utama, dan tamu undangan melakukan pengecekan kendaraan dinas Satlantas.

Kegiatan ditutup dengan pemberian bingkisan kepada organisasi ojek daring Sampang. Pemberian tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan golongan masyarakat nan sehari-hari beraktivitas di jalan raya. (ali/nda)

Selengkapnya