Pesta Gol ke Gawang Bangladesh, Ini Statistik Fantastis Timnas Indonesia

2 jam yang lalu 3
Pesta Gol ke Gawang Bangladesh, Ini Statistik Fantastis Timnas Indonesia Pesta Gol ke Gawang Bangladesh, Ini Statistik Fantastis Timnas Indonesia

portalmadura.com— Kemenangan telak Timnas Indonesia atas Bangladesh dengan skor 9-2 pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya memastikan langkah ke final, tetapi juga menorehkan catatan statistik nan fantastis.

Pertandingan nan berjalan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Kamis (1/10/2026) malam, menjadi panggung kekuasaan total skuad didikan John Herdman. Gelontoran sembilan gol tersebut tercipta melalui tindakan Mitchell Baker nan memborong lima gol (quattrick plus satu), serta gol-gol dari Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.

Dominasi Mutlak Sepanjang Laga

Perbedaan kualitas nan cukup jauh tecermin jelas di atas lapangan. Timnas Indonesia menampilkan kekuasaan absolut atas Bangladesh sejak menit pertama.

Berdasarkan info statistik, Skuad Garuda sukses menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 70 persen. Bangladesh nan bermain sangat melindungi dan hanya mengandalkan serangan kembali sesekali, hanya bisa mencatatkan 30 persen penguasaan bola.

Gempuran Tiada Henti ke Pertahanan Lawan

Tingginya nomor penguasaan bola berbanding lurus dengan intensitas serangan Indonesia. Lini pertahanan Bangladesh dibuat bekerja ekstra keras sepanjang 2×45 menit.

Timnas Indonesia tercatat melepaskan total 32 tembakan ke gawang lawan. Dari jumlah tersebut, 17 di antaranya tepat sasaran (shots on target), enam tembakan melenceng, dan sembilan tembakan lainnya sukses diblok oleh pemain memperkuat Bangladesh. Bandingkan dengan Bangladesh nan hanya menciptakan tujuh kesempatan total, dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang Indonesia.

Banjir Peluang dari Skema Bola Mati

Selain permainan terbuka, Indonesia juga sangat efektif dalam memanfaatkan situasi bola meninggal alias set-piece. Koordinasi antarpemain dalam skema ini menciptakan ancaman serius bagi gawang Bangladesh.

Sepanjang laga, Garuda Nusantara mendapatkan 13 kali kesempatan tendangan perspektif (corner kick). Sementara untuk tendangan bebas (free kick), Timnas memperoleh total 14 peluang. Sebaliknya, Bangladesh hanya mempunyai satu kesempatan corner kick dan tujuh tendangan bebas.

Disiplin dan Minim Pelanggaran

Aspek positif lainnya nan patut diapresiasi dari permainan Timnas Indonesia adalah kedisiplinan tinggi. Skuad Merah-Putih tampil bersih dan meminimalisir pelanggaran nan tidak perlu.

Tercatat, Elkan Baggott dan kolega hanya melakukan enam kali pelanggaran sepanjang pertandingan. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Bangladesh nan terpaksa melakukan 13 pelanggaran untuk menghentikan laju pemain Indonesia.

Meskipun demikian, jumlah kartu kuning nan diterima kedua kubu berimbang, ialah sama-sama mendapatkan dua kartu kuning. Untuk Indonesia, kartu diberikan kepada Ole Romeny dan Elkan Baggott, sedangkan dari pihak Bangladesh adalah Farhaan Ali Wahid dan Saad Uddin.

Tag:

Navigasi pos

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0