Pendapatan Sumenep dalam Perubahan APBD 2026 Turun Rp175,16 Miliar

48 menit yang lalu 1

SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memproyeksikan pendapatan wilayah dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 turun Rp175,16 miliar.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim saat menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep di Graha Paripurna DPRD, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kiai Imam, sapaan berkawan Wabup Sumenep, menjelaskan, pendapatan wilayah nan semula ditargetkan Rp2,471 triliun berkurang Rp175,164 miliar alias turun 7,09 persen.

“Pendapatan pada Perubahan APBD 2026, semula sebesar Rp2 triliun 471 miliar 544 juta 560 ribu 394 rupiah berkurang sebesar Rp175 miliar 164 juta 521 ribu 436 rupiah 65 sen alias turun 7,09 persen,” katanya.

Dengan perubahan tersebut, sasaran pendapatan wilayah Sumenep menjadi Rp2,296 triliun. Penurunan terutama terjadi pada pendapatan transfer. Komponen tersebut semula ditargetkan Rp2,126 triliun, kemudian berkurang Rp212,718 miliar alias sekitar 10 persen menjadi Rp1,913 triliun.

Menurut Kiai Imam, penyesuaian pendapatan transfer dipengaruhi perubahan Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus, Dana Desa, serta penetapan pagu definitif Bantuan Keuangan Khusus dari pemerintah provinsi.

“Pengurangan tersebut disebabkan adanya penyesuaian Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus dan Dana Desa,” ujarnya.

Pemkab Sumenep menyatakan perubahan APBD dilakukan sebagai corak penyesuaian terhadap perkembangan kondisi ekonomi, perubahan kebijakan pemerintah pusat, pergeseran alokasi program, penggunaan SiLPA tahun sebelumnya, serta kebutuhan pembiayaan daerah.

Rancangan Perubahan APBD 2026 selanjutnya bakal dibahas berbareng DPRD Sumenep untuk penyempurnaan sebelum ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sekadar diketahui, rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Sumenep, ketua dan personil DPRD, Forkopimda, Sekdakab, para kepala OPD, camat, tokoh masyarakat serta insan pers. FATHOL ALIF

Selengkapnya