KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan titik lunas nilai tembakau (TIHT) tahun 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut sebagai upaya melindungi petani tembakau sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penetapan TIHT merupakan hasil pembahasan berbareng beragam pihak dengan tujuan utama menjaga agar nilai tembakau tetap memberikan untung bagi petani.
“Bagi pemerintah daerah, nilai titik lunas itu selalu kami perjuangkan agar berpihak kepada petani. Karena petani ini adalah salah satu pejuang bagi pemerintah daerah,” ujar Bupati Fauzi.
Berdasarkan keputusan tersebut, TIHT tembakau gunung tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp69.489 per kilogram, tembakau tegal Rp64.765 per kilogram, dan tembakau sawah Rp48.533 per kilogram. Seluruhnya mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025.
Fauzi menegaskan, pemerintah wilayah tidak hanya menetapkan nomor TIHT sebagai acuan, tetapi juga terus membangun ekosistem industri hasil tembakau agar nilai jual petani dapat melampaui titik lunas nan telah ditetapkan.
Menurutnya, sejak tahun 2021 Pemkab Sumenep konsisten memperkuat industri rokok lokal. Langkah tersebut diyakini menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan persaingan sehat dalam pembelian tembakau sehingga petani memperoleh nilai nan lebih baik.
“Semakin berkembang perusahaan rokok di daerah, maka kebutuhan bahan baku juga meningkat. Kondisi itu bakal mendorong persaingan antarpembeli sehingga nilai tembakau petani berkesempatan berada di atas nilai titik impas,” jelasnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa luas tanam tembakau di Kabupaten Sumenep pada 2026 diperkirakan sekitar 12 ribu hektare. Jumlah tersebut menurun dibandingkan sekitar 14 ribu hektare pada 2025 dan 18 ribu hektare pada 2024.
Dengan luas tanam nan semakin berkurang, sementara kebutuhan industri rokok tetap tinggi, pemerintah optimistis nilai tembakau pada musim panen tahun ini bakal semakin kompetitif dan menguntungkan petani.
“Harapan kami, petani mendapatkan hasil nan layak dari jerih payahnya. Pemerintah bakal terus datang untuk memperjuangkan nilai tembakau agar tetap memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Fauzi. (ara/waw)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·