Pemkab Sumenep Beri JMSI Jempol dalam Jaga Pesisir untuk Masa Depan

1 jam yang lalu 1

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menanam 1.500 bibit mangrove di area Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan berjudul “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep” tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo nan diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Agus Dwi Saputra menyebut, tindakan tersebut sebagai corak kepedulian nyata media terhadap lingkungan.

Menurut Agus, media selama ini tidak hanya mempunyai peran menyampaikan info dan memberikan kritik kepada pemerintah, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam menjaga lingkungan.

“Ini menunjukkan bahwa media bukan hanya berbincang soal lingkungan, tetapi juga turun langsung memberikan contoh melalui tindakan nyata,” ujarnya.

Ia mengatakan, penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk area pesisir. Karena itu, bibit nan telah ditanam kudu dirawat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat.

“Yang paling krusial bukan hanya menanam, tetapi gimana setelah ditanam kemudian dirawat. Kita perlu memastikan berapa nan tumbuh dan berapa nan tidak,” katanya.

Agus juga membujuk masyarakat, komunitas, bumi upaya dan media ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan tanpa kudu selalu menunggu program pemerintah.

“Gerakan menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kalau masyarakat dan organisasi bergerak, tentu pemerintah bakal memberikan dukungan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua JMSI Sumenep Supanji mengatakan, penanaman 1.500 bibit mangrove dilakukan secara berjenjang sejak Kamis hingga Jumat.

Pembagian penanaman menjadi dua tahap dilakukan lantaran kondisi air laut di area Pantai Matahari sigap surut.

“Karena air laut sigap surut, penanaman kami bagi dalam dua tahap agar prosesnya lebih efektif dan seluruh bibit bisa ditanam dengan baik,” jelas Supanji.

Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari komitmen JMSI untuk ikut menjaga area pesisir dan lokasi wisata di Sumenep.

Sebelumnya, JMSI Sumenep juga menggelar tindakan bersih pantai berbareng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Supanji berambisi keberadaan mangrove nantinya dapat membantu menjaga garis pantai dari pengikisan sekaligus mendukung kelestarian ekosistem pesisir.

“Kami berambisi langkah sederhana ini bisa memberikan faedah jangka panjang, terutama untuk menjaga area pesisir Pantai Matahari dari abrasi,” katanya.

Ia menambahkan, aktivitas peduli lingkungan tersebut diharapkan tidak berakhir sebagai aktivitas seremonial. JMSI Sumenep berkomitmen menjadikannya sebagai agenda berkelanjutan.

“Kami mau aktivitas seperti ini terus dilakukan setiap tahun sebagai corak kepedulian JMSI terhadap lingkungan, baik area pesisir maupun destinasi wisata,” pungkasnya. (ong)

Selengkapnya