Pemkab Bangkalan Gaet Investor Rp300 Miliar untuk Bangun TPA Banyior

53 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus menyiapkan pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) baru di Desa Banyior, Kecamatan Sepulu.

Fasilitas pengelolaan sampah itu bakal dibangun di atas lahan seluas 4,978 hektare. Lahan itu telah dibebaskan dengan nilai mencapai Rp3,99 miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan, Kuspriyanto Suparman, mengatakan, pembangunan TPA Banyior tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

Menurutnya, Pemkab Bangkalan juga membuka kesempatan kerja sama dengan penanammodal untuk mendukung pembangunan akomodasi pengelolaan sampah tersebut.

“Malah untuk pembangunan TPA-nya itu, Bapak Bupati sudah mengundang investor,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).

Kuspriyanto menyebut, berasas info nan diterima DLH, telah ada nota kesepahaman alias MoU dengan nilai sekitar Rp300 miliar untuk pembangunan TPA tersebut. Namun, dia belum menjelaskan secara rinci mengenai pihak penanammodal maupun corak kerja sama nan telah disepakati.

Dia menegaskan, konsep pembangunan TPA Banyior nantinya ditargetkan mempunyai standar pengelolaan nan lebih baik dibandingkan TPA Masaran nan saat ini tetap digunakan.

Enggak, pelaksanaannya ini lebih bagus dari nan TPA Masaran,” imbuhnya.

Bahkan, TPA Banyior digadang-gadang bakal menerapkan sistem sanitary landfill, seperti nan digunakan di TPA Bantar Gebang. Sistem itu dinilai menjadi bagian dari konsep pengelolaan sampah nan lebih terstruktur.

“Kalau nan ini, standarnya ini mirip TPA Bantar Gebang. Di sana memakai sistem sanitary landfill,” ungkapnya.

Selain akomodasi pengolahan sampah, pembangunan TPA Banyior juga direncanakan dilengkapi sejumlah akomodasi penunjang, termasuk gedung dan instansi pengelola.

“Nanti ada gedungnya juga di sana. Kalau sudah terlaksana, ini kelak ada kepala UPT untuk TPA, ada kantornya,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai penanammodal nan bakal terlibat dalam pembangunan TPA Banyior, Kuspriyanto menegakan, bukan berasal dari penanammodal lokal. Akan tetapi, dia belum dapat memastikan secara spesifik identitas maupun negara asal penanammodal tersebut.

“Untuk penanammodal itu bukan lokal, kayaknya dari luar negeri. Nantinya untuk spesifiknya saya lupa, tapi dari negara bagian Asia,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya