KABAR MADURA | Rencana pembangunan lapangan mini soccer di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, dipastikan kandas terealisasi tahun ini. Pasalnya, anggaran nan tersedia dinilai belum mencukupi untuk menyelesaikan seluruh pembangunan akomodasi tersebut.
Berdasarkan info nan dihimpun dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Pamekasan, pagu anggaran pembangunan lapangan mini soccer itu tercatat sebesar Rp835 juta. Anggaran itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Prestasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, R. Seprianggi Permana Putra, mengatakan, anggaran nan tersedia diperkirakan hanya cukup untuk mengerjakan bagian pondasi.
Menurutnya, kondisi tersebut kurang ideal lantaran pembangunan berpotensi terhenti sementara sebelum dapat dilanjutkan menggunakan alokasi anggaran berikutnya.
“Ini perkiraan saja, mungkin anggaran nan dibutuhkan berkisar Rp1,2 miliar. Karena kelak tidak hanya lapangan saja, tapi ada office-nya juga,” ujarnya, Senin (28/9/2026).
Anggi mengungkapkan, rencana pembangunan lapangan mini soccer ini bakal kembali diupayakan pada 2027 mendatang. Namun, kepastian pelaksanaannya tetap berjuntai pada keahlian anggaran daerah.
Keberadaan akomodasi olahraga itu nantinya diharapkan dapat menambah ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk beraktivitas sekaligus mengembangkan minat dan talenta di bagian olahraga.
“Pembangunan mini soccer ini awalnya juga dikait-kaitkan dengan penyelenggaraan Porprov nan tuan rumahnya adalah Madura Raya. Namun, Porprov mendatang ini di Surabaya, lampau berikutnya di Kediri,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Umam, menegaskan, pembangunan akomodasi olahraga kudu mempunyai arah nan jelas dan menjadi bagian dari peta jalan olahraga di Kota Gerbang Salam.
Kata dia, pemerintah wilayah perlu mempunyai blueprint nan mengatur pembangunan akomodasi olahraga, pembinaan atlet, hingga pengembangan beragam sarana olahraga lainnya.
Dengan perencanaan nan lebih terarah, lanjut Umam, keberadaan akomodasi olahraga tidak hanya mendukung aktivitas olahraga dan pembinaan atlet, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan original wilayah (PAD).
“Lanskap pembangunan akomodasi olahraga kudu jelas, sehingga kita mempunyai blueprint mengenai pembinaan atlet, gedung akomodasi olahraga, dan pembangunan, terlebih itu bisa menarik PAD,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (nur/zul)

2 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·