Ormas Bluto Didorong Jadi Benteng Persatuan, Bakesbangpol Tekankan Kekuatan Nilai Lokal
LIMADETIK.COM, SUMENEP — Organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, didorong tidak hanya aktif dalam aktivitas organisasi, tetapi juga mengambil peran nyata dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial masyarakat.
Dorongan itu disampaikan dalam sosialisasi organisasi kemasyarakatan nan digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep di Pendopo Kecamatan Bluto, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Peran Ormas dalam Merawat Harmoni Sosial Sumenep Berbasis Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato.”
Camat Bluto Fajar Hidayat menilai, posisi ormas cukup krusial lantaran mempunyai kedekatan langsung dengan beragam lapisan masyarakat. Kondisi tersebut membikin ormas mempunyai kesempatan besar untuk ikut meredam persoalan sebelum berkembang menjadi konflik.
“Ormas jangan hanya datang ketika ada aktivitas seremonial. Kehadirannya kudu betul-betul dirasakan masyarakat, terutama dalam membangun komunikasi dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama,” kata Fajar.
Menurutnya, dinamika sosial dan perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat nan tidak mungkin dihindari. Termasuk perbedaan pilihan dalam politik nan semestinya tidak mengganggu hubungan kekeluargaan.
“Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu memutus silaturahmi. Justru di situlah peran ormas dibutuhkan untuk menjaga masyarakat tetap dewasa dalam menyikapi perbedaan,” ujarnya.
Fajar juga menekankan pentingnya menjadikan nilai Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut, kata dia, tidak hanya berangkaian dengan tradisi, tetapi juga mengandung pesan tentang penghormatan, kepatuhan dan tanggung jawab sosial.
Dalam forum tersebut, perhatian juga diarahkan pada ancaman sosial nan dapat menyasar generasi muda, salah satunya penyalahgunaan narkotika dan unsur berbahaya.
Masyarakat diminta lebih waspada terhadap beragam produk nan beredar dengan kandungan nan tidak jelas. Edukasi dan pengawasan dinilai perlu diperkuat agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan unsur berbahaya, termasuk melalui modus nan memanfaatkan perangkat vape.
Sekretaris Bakesbangpol Sumenep Edy Suprayitno mengatakan, ormas mempunyai modal sosial nan cukup kuat untuk menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi beragam persoalan masyarakat.
“Ormas mempunyai akses dan kedekatan dengan warga. Potensi itu kudu diarahkan untuk aktivitas nan memberikan manfaat, memperkuat persatuan, sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat,” ungkap Edy.
Ia menegaskan, menjaga kondusivitas bukan hanya menjadi tugas pemerintah alias abdi negara keamanan. Masyarakat sipil, termasuk ormas, mempunyai tanggung jawab nan sama untuk menciptakan lingkungan sosial nan kondusif dan harmonis.
Edy juga membujuk ormas agar tidak mudah terseret dalam rumor nan berpotensi memecah belah masyarakat. Sebaliknya, organisasi diharapkan bisa menjadi ruang nan menyejukkan ketika muncul perbedaan di tengah warga.
“Ketika ada persoalan di masyarakat, jangan memperbesar perbedaan. Ormas kudu datang untuk mencari titik jumpa dan membangun komunikasi nan sehat,” katanya.
Menurut Edy, penguatan nilai budaya lokal menjadi semakin krusial di tengah perubahan sosial nan berjalan cepat. Nilai Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato diharapkan tidak berakhir sebagai slogan, tetapi betul-betul diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Nilai itu kudu menjadi perilaku. Menghormati orang tua, menghargai guru, menghormati pemimpin dan menjaga hubungan dengan sesama merupakan bagian dari kekuatan sosial nan perlu terus dipelihara,” jelasnya.
Ia berambisi aktivitas tersebut tidak berakhir sebagai forum sosialisasi, tetapi dilanjutkan melalui langkah konkret masing-masing ormas di lingkungan masyarakat.
Bakesbangpol Sumenep mendorong ormas di Bluto memperkuat aktivitas edukasi, membangun komunikasi lintas kelompok, serta ikut mengawasi beragam persoalan sosial nan berpotensi mengganggu ketenteraman warga.
Dengan demikian, ormas tidak hanya menjadi organisasi nan mempunyai struktur dan anggota, tetapi juga bisa menjadi penjaga ruang sosial, tempat masyarakat menemukan jalan keluar ketika perbedaan mulai mengemuka.
“Yang kita bangun bukan sekadar masyarakat nan aman, tetapi masyarakat nan bisa menjaga dirinya sendiri melalui kebersamaan, kepedulian dan nilai-nilai lokal nan kuat,” pungkas Edy.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi
Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·