portalmadura.com – OpenAI secara resmi meluncurkan model kepintaran buatan (AI) unggulan terbarunya, GPT-6 Astra, pada Kamis (3/9/2026). Model ini diklaim sebagai model paling pandai dan paling terarah di bumi saat ini, nan menandai fase baru dalam pengembangan kepintaran buatan umum alias Artificial General Intelligence (AGI).
Dalam sesi pengenalan produk, Presiden OpenAI Greg Brockman menyatakan bahwa peluncuran GPT-6 Astra menjadi titik awal di mana industri AI mulai memasuki era AGI secara nyata. Kinerja model ini dicapai berkah proses training skala besar menggunakan lebih dari 100.000 unit pemrosesan skematis (GPU) di akomodasi Stargate, Texas. Selain itu, GPT-6 Astra menjadi model pertama OpenAI nan proses pelatihannya diawasi secara langsung oleh model-model AI generasi sebelumnya.
Performa Benchmark dan Keunggulan Teknis
GPT-6 Astra mencatatkan peningkatan performa pada sejumlah pengetesan spesifik non-pemrograman. Model ini meraih skor 98,6 persen pada tolok ukur ARC-AGI-3 serta mengantongi skor 97,6 persen pada FrontierMath Tier 4. Pada pengetesan keahlian rekonstruksi kode CAD via BenchCAD, Astra sukses mencetak skor 95,9 persen. Untuk tugas-tugas riset berbasis baris perintah (command-line) pada Terminal-Bench Science, model ini mencatatkan skor sebesar 64,6 persen.
Di sektor pemograman (coding), Astra meraih skor 74,1 persen pada pengetesan DeepSWE v1.1. Skor ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan model terdahulu, GPT-5.6 Sol (70,8 persen), meski bersaing ketat dengan model pesaing dari Meta dan Anthropic. Untuk pengoperasian aplikasi desktop seperti Excel, KiCad, dan Blender, Astra mencatatkan skor 72,6 persen pada OSWorld V2-Offline dengan waktu penyelesaian tugas nan lebih cepat.
Pembaruan Fitur Codex dan Keamanan Siber
Bagi para pengembang, OpenAI memperbarui keahlian Codex pada Astra agar sanggup menyimpan catatan dan mencocokkan konteks pekerjaan masa lalu. Fitur ini menggantikan sistem ringkasan (compaction) terdahulu nan berpotensi menghapus perincian krusial saat ruang konteks habis. Selain itu, Astra dibekali keahlian untuk mengusulkan pertanyaan kepada pengguna tanpa kudu menghentikan proses kerja nan sedang berjalan.
Dari segi keamanan, OpenAI mengonfirmasi bahwa Astra telah melewati periode pemisah keahlian siber tingkat kritis (Critical cybersecurity threshold). Dalam uji internal, Astra terbukti bisa menemukan dua kerentanan baru (zero-day vulnerabilities) pada mesin V8. Demi argumen keselamatan, OpenAI membatasi akses keahlian ekploitasi siber tersebut dan memberlakukannya secara unik bagi mitra terverifikasi melalui program Daybreak Blue.
Skema Harga dan Ketersediaan Akses
Peluncuran GPT-6 Astra dimulai secara berjenjang bagi pengguna korporat nan terdaftar dalam program Daybreak. Akses untuk pengguna publik berbayar (Plus, Pro, Business, dan Enterprise) serta developer API bakal dibuka dalam beberapa hari ke depan.
Untuk penggunaan melalui API, OpenAI mematok tarif sebesar 10 dolar AS per 1 juta token input dan 50 dolar AS per 1 juta token output. Struktur nilai tersebut berada di atas rata-rata model standar lainnya, namun OpenAI menyatakan efisiensi penggunaan jumlah token pada Astra dapat menekan total biaya penyelesaian tugas secara keseluruhan.

41 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·