Menakar Masa Depan Peradaban Lewat Dialog Kepustakaan PWI Pamekasan: Perpustakaan Konvensional Bertransformasi ke Era Digital

43 menit yang lalu 1

KABAR MADURA |Semangat memperingati Hari Kunjung Perpustakaan tahun ini diwarnai dengan langkah strategis bagi masa depan literasi daerah. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan resmi meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat.

Penandatanganan kerja sama krusial ini dilangsungkan di sela-sela aktivitas Dialog Kepustakaan nan bertempat di Aula Perpustakaan M. Tabrani, Selasa (15/9/2026).

PWI menghadirkan pemateri andal, ialah Abd Aziz nan merupakan wartawan senior ANTARA dan Kusairi selaku Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional. Keduanya memberikan pencerahan berangkaian dengan arah baru perpustakaan di era digitalisasi, dengan dimoderatori oleh Pengurus PWI Pamekasan, Hasibuddin.

Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat ekosistem literasi masyarakat di Bumi Gerbang Salam dengan menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman.

Ketua PWI Kabupaten Pamekasan, Hairul Anam, dalam sambutannya menegaskan bahwa PWI berbareng Dinas Perpustakaan berupaya aktif memodifikasi langkah pandang masyarakat terhadap media baca.

Menurut Asesor UKW Dewan Pers itu, perpustakaan merupakan fondasi utama peradaban.

“Perpustakaan adalah ruh peradaban dunia. Peradaban bumi tercipta melalui kemajuan perpustakaannya,” ujar Anam di hadapan para peserta dialog.

Lebih lanjut, Dosen UNIBA Madura itu menyoroti bahwa kesadaran literasi saat ini tidak kudu selalu diukur dari bentuk kunjungan ke gedung perpustakaan. Mengingat pergeseran perilaku masyarakat di era digital, pendekatan literasi pun kudu bertransformasi.

“Konteksnya sudah bukan kunjungan; orang tidak ke pasar sekarang tetap bisa belanja. Orang tidak ke perpustakaan, tapi tetap bisa baca lewat gawai. Tinggal kita memancing dengan produksi tulis-menulis. Transformasi pemikiran sekarang banyak melalui audio-visual,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran serta pengawasan dan kesadaran orang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka.

Gerakan ini dinilai sebagai arah baru dalam membumikan literasi, terutama dengan memandang potensi lokal nan ada, di mana sekarang banyak pondok pesantren dan kampus di Pamekasan nan telah mempunyai perpustakaan mandiri.

Langkah progresif PWI Pamekasan ini disambut dengan penuh antusias oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan, Munapik. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif nan digagas oleh organisasi kewartawanan tersebut.

Menurut Munapik, MoU ini sejalan dan saling menguatkan dengan program-program kerja nan tengah dijalankan oleh dinas nan dipimpinnya, demi mendongkrak minat baca serta kualitas literasi masyarakat Pamekasan secara menyeluruh.

Melalui kerja sama ini, diharapkan terbangun ekosistem literasi nan inklusif—memadukan tradisi kunjung perpustakaan konvensional dengan kemudahan akses literasi digital melalui gawai, demi mewujudkan masyarakat Pamekasan nan pandai dan berkekuatan saing. (fit/ong)

Selengkapnya