Memaknai Kemerdekaan di MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning: Dari Barang Bekas Menjadi Karya, Dari Teknologi Menjadi Literasi

2 jam yang lalu 7

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning Pamekasan, berjalan semarak sekaligus sarat nilai edukasi. Digelar selama 14–18 Agustus 2026, rangkaian seremoni ini dikemas bukan sekadar arena seremonial dan intermezo visual, melainkan laboratorium pembentukan karakter, pelestarian lingkungan, serta pendidikan kebinekaan bagi para santri.

Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Achmad Muhlis, menyampaikan bahwa seremoni kemerdekaan kudu bisa memberikan pengalaman belajar langsung nan mendalam bagi peserta didik.

“Semangat kemerdekaan tidak diterjemahkan hanya melalui atribut merah putih dan perlombaan nan berkarakter hiburan. Kami mengarahkannya menjadi pengalaman pembelajaran nan memungkinkan santri mengembangkan gagasan, bekerja sama, berkreasi, serta menghasilkan karya nan mempunyai nilai edukatif,” ujar Achmad Muhlis.

Salah satu terobosan dalam seremoni tahun ini adalah digelarnya Lomba Web Kebangsaan. Melalui kejuaraan tersebut, santri diajak memanfaatkan teknologi secara produktif untuk mengolah informasi, menyusun narasi positif, serta menyebarkan semangat nasionalisme di era digital.

Selain literasi digital, kepedulian lingkungan turut menjadi konsentrasi utama melalui Lomba Kreativitas Kostum Santri. Menariknya, kostum nan diperagakan wajib memanfaatkan peralatan jejak dan bahan ramah lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi kritik terhadap pola pikir konsumtif dalam ranah pendidikan.

“Kreativitas tidak selalu memerlukan biaya besar. Justru keterbatasan dapat menjadi ruang lahirnya inovasi. Kualitas sebuah karya tidak identik dengan nilai mahal, melainkan lahir dari buahpikiran nan baik, proses kreatif, ketelitian, dan kerja sama tim,” tegas Achmad Muhlis.

Ketua Senat UIN Madura itu menambahkan, ragam bahan, ide, dan warna dalam kostum daur ulang tersebut secara tidak langsung menanamkan nilai kebinekaan dan keselarasan sosial nan beretika, sesuai dengan aliran kepercayaan dan norma masyarakat.

Seluruh rangkaian aktivitas dirancang memadukan aspek akademis, keahlian sosial, hingga penanaman jiwa kepemimpinan. Kegiatan puncak bakal ditutup pada 18 Agustus 2026 melalui Upacara Bendera, dilanjutkan dengan Pemutaran Film Kebangsaan serta Resepsi Kemerdekaan pada malam harinya.

Achmad Muhlis menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini telah bergeser dari perjuangan bentuk menuju pertempuran melawan kebodohan, disinformasi, intoleransi, hingga degradasi moral.

“Pendidikan kemerdekaan nan sejati tidak hanya melahirkan peserta didik nan bisa mengatakan ‘Saya merdeka’, tetapi juga manusia nan bisa bertanggung jawab atas kemerdekaannya,” pungkasnya. (*)

Selengkapnya