KABAR MADURA | Mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura didorong untuk memandang kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) sebagai mitra dalam meningkatkan keahlian belajar, produktivitas, dan pengembangan potensi diri, bukan sebagai ancaman.
Dorongan tersebut disampaikan dalam aktivitas “Airena Belajar: Ngulik AI berbareng Para Expert” nan berjalan di Aula Pesantren Lantai 3 UNIBA Madura, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan bertema belajar keahlian AI praktis berbareng IM3 dan Google Gemini itu menghadirkan dua pembicara, ialah Adhy Irawan S., Head of Sales Western East Java, serta Fandi Ahmad T., Google Student Ambassador.
Dalam pemaparannya, Adhy Irawan S. menekankan pentingnya perubahan langkah pandang terhadap perkembangan AI. Menurutnya, AI tidak semestinya dipahami hanya sebagai teknologi nan berpotensi menggantikan pekerjaan manusia, melainkan sebagai mitra nan membantu manusia bekerja lebih sigap dan cerdas.
Adhy menyampaikan, pemanfaatan AI dapat mengurangi pekerjaan rutin sehingga waktu nan tersedia dapat dialihkan untuk pekerjaan berbobot lebih tinggi, seperti inovasi, kreativitas, dan pekerjaan nan memerlukan konsentrasi mendalam.
“AI tidak bakal menggantikan manusia, tetapi ahli nan menggunakan AI bakal menggantikan mereka nan tidak menggunakannya,” ujarnya.
Dijelaskannya, bahwa AI telah berkembang dari sistem berbasis patokan menuju Machine Learning, Generative AI, hingga Agentic AI nan semakin bisa membantu manusia merencanakan dan menjalankan beragam tugas.
Menurutnya, pekerjaan rutin seperti pencarian informasi, penyusunan draf email, penjadwalan, dan rekap arsip dapat dibantu AI. Sementara keahlian seperti empati, penilaian etis dan moral, kepemimpinan, strategi, serta pengambilan keputusan kompleks tetap memerlukan peran manusia.
Oleh karenanya, AI perlu ditempatkan sebagai co-pilot alias rekan kerja, dengan manusia tetap berkedudukan memberikan arahan, memeriksa hasil, melakukan verifikasi, dan mengambil keputusan akhir.
Sementara itu, Fandi Ahmad T. memberikan pembekalan praktis mengenai langkah berkomunikasi dengan AI melalui teknik “Writing Effective Prompting 101”. Ia menjelaskan, kualitas respons AI sangat dipengaruhi oleh langkah pengguna memberikan petunjuk sehingga prompt perlu disusun secara jelas dan terstruktur.
Fandi memperkenalkan empat komponen utama dalam membikin prompt efektif, ialah Persona, Context, Task, dan Format. Persona menentukan peran alias skill nan diharapkan dari AI, Context memberikan latar belakang kebutuhan, Task menjelaskan pekerjaan nan kudu dilakukan, sedangkan Format menentukan corak jawaban nan diinginkan.
Pengguna AI juga disarankan menggunakan bahasa natural, memberikan petunjuk spesifik, serta melakukan pertimbangan dan pengulangan andaikan hasil belum sesuai.
Rektor uniba Madura, Prof. Rachmat, menyambut baik penyelenggaraan training tersebut. Ia menilai pembekalan mengenai AI berfaedah bagi mahasiswa, khususnya dalam menunjang proses pembelajaran dan pengembangan keahlian diri.
“Pelatihan AI ini insyaallah bakal sangat membantu mahasiswa Uniba Madura dalam mengembangkan potensi dirinya dan membantu pembelajarannya,” ujar Rachmat.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi AI secara lebih produktif kepada mahasiswa. Peserta tidak hanya mempelajari penggunaan beragam platform AI, tetapi juga memahami pentingnya memberikan petunjuk nan tepat serta tetap menempatkan manusia sebagai pihak nan melakukan verifikasi dan mengambil keputusan.
Melalui aktivitas itu, mahasiswa diharapkan bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan AI sebagai perangkat pendukung pembelajaran, kreativitas, serta peningkatan produktivitas, tanpa mengabaikan keahlian berpikir kritis dan peran manusia. (km97/ong).

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·