Lima Kawasan Pesisir Sampang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Desa Dharma Mulai Digarap

1 jam yang lalu 2

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Fajar Sidiq. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mulai mendorong penataan area pesisir melalui program Kampung Nelayan.

Sebanyak lima letak diusulkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, menjadi letak nan telah memasuki tahap pelaksanaan.

Program tersebut dirancang tidak sekadar membangun fasilitas, tetapi mengintegrasikan beragam kebutuhan nelayan dalam satu area nan mudah diakses.

Dengan konsep tersebut, aktivitas nelayan mulai dari penyimpanan hasil tangkapan hingga kebutuhan perbengkelan dapat dilakukan dalam satu kawasan.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Fajar Sidiq, mengatakan lima letak telah diajukan kepada pemerintah pusat. Dari seluruh usulan tersebut, satu letak saat ini sudah masuk tahap pelaksanaan.

“Satu nan on progress itu di Desa Dharma Camplong,” kata Fajar, Kamis (24/9/2026).

Sementara satu letak lainnya tetap berada dalam proses kontrak. Adapun tiga letak lainnya nan juga telah diusulkan tetap menunggu info lebih lanjut dari KKP.

Fajar menjelaskan, besaran anggaran pembangunan tidak otomatis sama untuk setiap lokasi. Penentuan pagu bakal disesuaikan dengan hasil survei kelayakan, kondisi kawasan, kesiapan lahan, serta kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami mengusulkan di lima letak untuk Kampung Nelayan. Sedangkan nilai anggarannya bakal ditentukan berasas hasil survei kelayakan, kesiapan lahan, kebutuhan masyarakat, serta kondisi masing-masing desa nan diusulkan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, KKP menetapkan sejumlah persyaratan nan kudu dipenuhi sebelum suatu letak ditetapkan sebagai Kampung Nelayan. Salah satunya berangkaian dengan kesiapan lahan.

Menurut Fajar, lahan nan disiapkan minimal berada di kisaran satu hektare. Namun, luas lahan bukan menjadi satu-satunya penentu kelayakan.

Tim KKP tetap bakal melakukan survei dan identifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan kesesuaian area nan diusulkan.

“Program Kampung Nelayan tidak kudu berada tepat di bibir pantai. Akan tetapi, letak nan dipilih diharapkan mudah diakses nelayan sehingga beragam aktivitas mereka dapat dilakukan secara lebih efektif dalam satu kawasan,” ujarnya.

Konsep tersebut membikin Kampung Nelayan nantinya tidak hanya menjadi letak pembangunan fasilitas, tetapi juga menjadi area terpadu untuk menunjang aktivitas masyarakat pesisir.

Fajar menyebut sejumlah akomodasi nan dapat diintegrasikan dalam program tersebut, mulai dari tempat penyimpanan hasil perikanan berupa cold storage, gudang, tempat perbengkelan hingga balai nelayan.

Dengan akomodasi nan terintegrasi dalam satu kawasan, beragam kebutuhan nelayan diharapkan tidak lagi tersebar di sejumlah lokasi.

“Intinya itu semua untuk memudahkan aktivitas dan kebutuhan nelayan, semuanya itu diintegrasikan di satu titik,” jelasnya.

Lima letak nan diusulkan Pemkab Sampang tersebar di sejumlah area pesisir. Di antaranya Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, serta wilayah pesisir Kecamatan Sokobanah dan Sereseh, Kecamatan Banyuates.

Meski telah diusulkan, penetapan akhir letak tetap berada dalam proses penilaian KKP. Hasil survei lapangan dan identifikasi CPCL bakal menjadi bagian dari penentuan kepantasan masing-masing lokasi.

Untuk sementara, Desa Dharma Camplong menjadi letak nan telah memasuki tahap penyelenggaraan dari lima usulan Kampung Nelayan nan diajukan Pemkab Sampang. (ali/nda)

Selengkapnya