KABAR MADURA | Kuota solar 2026 di Pamekasan mengalami peningkatan sekitar 7,1 persen dibandingkan dengan tahun 2025. Namun, penambahan kuota itu tetap dinilai kurang mengkaver kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan info nan dihimpun per 30 Juni, kuota solar di Pamekasan pada 2026 mencapai 37.240 kiloliter (KL). Jumlah itu meningkat 7,1 persen dibanding kuota 2025 nan sebesar 34.740 KL. Sementara realisasi penyaluran hingga semester pertama 2026 mencapai 18.217 KL, alias 2,1 persen.
Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi, menilai kenaikan kuota tersebut belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat, terutama bagi nelayan.
“Setelah dilakukan koordinasi dan konsolidasi dengan Pertamina, kita ada kenaikan 7 persen. Tetapi ini tetap jauh dari harapan, lantaran kami berambisi ada kenaikan sampai 30 persen. Kami berpikir itu tetap jauh dari kebutuhan nelayan,” jelasnya kepada Kabar Madura, Kamis (23/7/2026).
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, kebutuhan solar bagi nelayan di Pamekasan terus meningkat sehingga tambahan kuota dinilai mendesak. Oleh karena itu, pihaknya bakal mengupayakan pengajuan penambahan kuota melalui DPR RI.
Dia menjelaskan, langkah awal nan bakal dilakukan adalah merampungkan manajemen dan memperbarui info kebutuhan riil masyarakat. Sebab, info nan selama ini digunakan sebagai dasar penetapan kuota tetap menggunakan info lama.
“Kami tuntaskan administrasinya di bawah, soal mapping kebutuhan para nelayan dan progres ekonomi di Pamekasan. Karena nan dipakai Pertamina tetap info lama. Makanya kami mau memperbarui info itu, sehingga kami melakukan pengajuan secara birokratis dan pengawalan secara politis,” tukasnya. (nur/zul)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·